Kegiatan – Gereja St. Paskalis https://gerejapaskalis.or.id Paroki Cempaka Putih Jakarta Wed, 26 Feb 2025 13:59:42 +0000 en-US hourly 1 https://wordpress.org/?v=6.8.1 Masa Depan Pewartaan Ada di Tangan Remaja Katolik https://gerejapaskalis.or.id/kegiatan/teknologi-kristiani/ https://gerejapaskalis.or.id/kegiatan/teknologi-kristiani/#respond Tue, 25 Feb 2025 13:54:43 +0000 https://gerejapaskalis.or.id/?p=9311

Masa Depan Pewartaan Ada di Tangan Remaja Katolik

          Selepas misa kedua pada Minggu, 23 Februari 2025, sayup sayup gereja kembali dengan suara anak-anak remaja yang berlarian ke arah tangga menuju aula Santo Fransiskus Assisi di lantai dua. Memasuki aula suara semakin ramai yang ternyata datang dari meja registrasi yang ada tepat di sebelah pintu aula. Anak – anak tersebut datang untuk menghadiri Rekoleksi Paguyuban Siswa/i SMP-SMA Katolik yang bertema “Remaja Katolik: Pewarta Injil di Era Digital.” Lebih dari 100 anak mengikuti acara ini.

          Kegiatan ini  merupakan bagian dari program karya Tim Sinergi Bidang Prioritas (TSBP) 2 Paroki Paskalis. TSBP 2 fokus pada bidang  Pendampingan Orang Muda. Kegiatan yang diadopsi langsung dari program Keuskupan Agung Jakarta dimulai pada pukul 11.30.

          Program ini merupakan rangkaian acara berkelanjutan dengan tujuan memberikan kesempatan kepada anak-anak muda katolik–tidak hanya bertujuan memperdalam persahabatan antar anak– tetapi juga untuk memperdalam iman, membentuk karakter dan kepemimpinan yang umumnya terjadi karena mereka belum mendapatkan pendidikan agama katolik yang kayak. Mereka yang mengikuti acara ini diharapkan dapat berkembang dalam iman Kristiani dan mempersiapkan diri menjadi pemimpin serta pewarta injil di era yang serba digital.

          Usai makan siang, icebreaking serta pengenalan acara dipandu panitia Ibu Joana, Bapak Alfi serta Pak Hendro dan Pak Yanto mengawali kegiatan. Peserta diajak berjoget dan bermain games yang asik agar mereka bisa merasa bersemangat untuk aktif dan fokus pada jalannya acara dan sesuai harapan. Seluruh peserta antusias dan minta tambahan games.  

Pengenalan acara oleh Ibu Joana dan Bapak Alfi.
Sesi joget bersama dan games.

          Masuk ke inti acara, peserta dibagi ke dalam dua kelompok yakni SMP dan SMA. Romo Yohanes Epa Prasetya, OFM, membimbing para peserta SMP dengan subtema “Menjadi Pewarta Injil di Era Digital.” Dalam sesi ini, Romo Yohanes mengajak anak-anak muda untuk merenungkan bagaimana mereka dapat menjadi saksi Kristus di dunia maya. Ia menjelaskan pentingnya menggunakan media sosial untuk menyebarkan kebaikan dan kasih Kristus, menjauhi sisi negatif bersosial media bagaimana mereka bisa memilih konten yang positif dan bermanfaat.

         “Sosial media itu seperti ladang misi yang luas. Tapi bagaimana kita menggunakannya dengan bijak?” tanya Romo Yohanes. Peserta menjawab dalam refleksi kelompok.

          Tak kalah menarik, para siswa SMA pun mendapatkan kesempatan untuk belajar dari Frater Stefanus Harkam Nampung OFM dan Frater Adrianus Lambu SX. Kedua Frater pendamping itu mengajarkan mereka tentang hubungan antara kita dan teknologi.

          Mereka menggali lebih dalam mengenai awal mula keberadaan teknologi, segala implementasi, dampak teknologi dalam kehidupan sehari-hari dan bagaimana remaja Katolik bisa memanfaatkannya untuk melayani sesama, tanpa terjebak dalam perangkap dunia maya yang merugikan.

         Melalui teknologi para orang muda ini juga diajak untuk terlibat secara aktif dalam jalannya tahun Yubileum di tahun 2025 ini. 

Peserta menyimak materi tentang hubungan manusia dengan teknologi.
Rm. Yohanes Epa mengajak peserta merenungkan tentang penggunaan teknologi.

Kesimpulan Suasana yang Hidup dan Penuh Semangat 

         Meski di tengah dunia yang penuh distraksi digital, semangat anak-anak muda ini tetap menyala. Mereka terlihat sangat antusias, rela mengorbankan waktu mereka untuk berkumpul dan menikmati waktu bersama di gereja. Senyum dan tawa riang mengisi setiap sudut aula, sementara diskusi-diskusi yang hidup memancar dari setiap kelompok. Saking antusiasnya peserta, panitia terpaksa mengulur waktu dan menutup acara di jam 4 sore.   

         Nicholas, salah satu peserta dari kelompok SMA yang juga merupakan anggota misdinar, berbagi kesan, “Rasanya senang bisa berkumpul seperti ini, seru. Kalau diadakan lagi pasti akan datang karena jarang kami bisa berkumpul bercanda dan sharing info”.

         Sementara Yolanta, turut menyatakan bahwa rekoleksi ini seru, “bisa ngumpul, bisa belajar bareng Romo sama Frater juga.” Pernyataan kompak dari beberapa peserta kelompok SMP: Ruth, Felis, Lea, Joseph dan Michael; mereka juga senang karena acaranya sangat menarik dan mereka menjadi semakin paham kedua sisi sosial media setelah dibekali oleh Romo Epa, “kalau terlalu sering main sosmed ada dampak buruknya ternyata” ujar Ruth.

         Berdasarkan hasil wawancara dengan peserta, Tim Komsos Paroki menemukan impresi bahwa mereka setuju dan mau untuk datang ke setiap acara selanjutnya. Sebuah point yang menarik, membantah stereotip anak anak Gen Z dinilai apatis dalam mengikuti acara yang diselenggarakan oleh orang tua.

Sesi pemberian materi.
Para peserta mendiskusikan dalam kelompok tentang materi dan pertanyaan yang diberikan.

         Keberhasilan acara ini tentunya tak lepas dari kerja keras tim TSBP 2 Paroki Cempaka Putih yang terdiri dari Seksi Kepemudaan, Seksi Panggilan dan Seksi Pendidikan. Banyaknya peserta dari Kelompok Bina Iman Remaja atau BIR, menunjukkan para pendamping dan pengurus BIR berhasil mendidik anak anak remaja ini menjadi individu yang kooperatif. Para ibu-ibu SABUK (Sentra Bimbingan Usaha Kecil) turut berperan penting dengan menyediakan konsumsi yang sehat dan lezat, memastikan peserta merasa nyaman dan diperhatikan. 

         Harapan besar hadir dari Bapak Hendro, Pak Alvi, dan Saudara Alex, panitia sekaligus fasilitator acara. Dalam wawancara singkat, mereka mengungkapkan harapan agar kegiatan ini dapat terus berlanjut dan menjadi wadah bagi anak-anak muda Katolik untuk tumbuh dalam iman, serta menjadi pemimpin dan pelayan yang setia pada Gereja.

Sesi foto bersama setelah acara selesai. Nuansa kehangatan dan keakraban terpancar jelas dari panitia acara dan para peserta.

.

         Pak Hendro juga  menginformasikan bahwa ada Kelas Pelajaran Agama Katolik di gereja. Jadi, bagi orangtua yang memiliki anak, terutama yang tidak mendapatkan pelajaran agama katolik di sekolah negeri atau sekolah swasta non katolik diharapkan dapat mengarahkan anak anaknya untuk mendapatkan pelajaran agama Katolik di gereja. “Karena layaknya gembala baik, tidak boleh ada anak yang tertinggal dalam mendapatkan pendidikan bagi iman mereka.” tutur Pak Hendro. 

         Rangkaian acara ini nantinya akan ditutup dengan Pelantikan Kepengurusan “Papedik” atau  Paguyuban Peserta Didik yang akan berlangsung pada bulan November 2025. Pelantikan ini menandai awal dari perjalanan panjang para remaja ini dalam mengembangkan diri mereka sebagai pribadi Katolik yang penuh sukacita dan belas kasih. Dengan pelatihan dan pembekalan yang telah mereka terima, diharapkan mereka dapat berperan aktif dalam pelayanan gereja dan menjadi agen perubahan yang membawa terang Kristus ke dalam dunia. ***

 

Peliput: Cilla, Hega, Leti, Vira.
Penulis: Priscilla Hutabarat
Editor: Thomas Aji
]]>
https://gerejapaskalis.or.id/kegiatan/teknologi-kristiani/feed/ 0
Natal 2024 – Kelahiran Tuhan kita Yesus Kristus https://gerejapaskalis.or.id/kegiatan/natal-2024-kelahiran-tuhan-kita-yesus-kristus/ https://gerejapaskalis.or.id/kegiatan/natal-2024-kelahiran-tuhan-kita-yesus-kristus/#respond Sun, 12 Jan 2025 14:27:33 +0000 https://gerejapaskalis.or.id/?p=9035 Teman-teman terkasih dalam Tuhan SELAMAT NATAL!

Pada Natal kali ini kita diajak untuk sama-sama menyaksikan dan mendalami kisah kelahiran Tuhan kita Yesus Kristus yang terbungkus lampin dan yang terbaring dipalungan. Mari kita awali kisah kelahiran ini dengan mengetahui bahwa malaikat Gabriel mengunjungi Maria untuk mengucapkan salam dan memberikan kabar gembira bahwa Maria akan mengandung dan melahirkan anak yang akan diberi nama Yesus. Mendengar kabar tersebut Maria menjadi terkejut dan bingung karena Maria tahu bahwa ia belum menikah dengan tunangannya Yusuf, namun dengan keyakinannya Maria menjawab “Saya ini hamba Tuhan, biarlah terjadi pada saya seperti yang engkau katakan” (Lukas 1:38). Pada awal perkataan Maria menyadarkan kita bahwa sebagai manusia, kita tidak luput dari ketidakyakinan dan keraguan akan rencana yang Allah berikan kepada kita. Namun dengan didasari dengan kerendahan hati, kita menyadari bahwa kita adalah hamba Allah, sehingga kita menjadi yakin bahwa apa yang direncanakan oleh Allah Bapa adalah baik.

Kisah dilanjutkan dengan adanya pendaftaran sensus sesuai dengan perintah Kaisar Agustus, maka Maria yang sedang mengandung dan Yusuf yang merupakan keturunan Daud melakukan perjalanan dari Nazaret di Galilea menuju Betlehem di Yudea, tempat Raja Daud dilahirkan. Setelah melakukan pendaftaran sensus, Yusuf segera mencari tempat untuk mereka beristirahat namun tidak ada tempat bagi mereka dan pada saat itu pula, tibalah saatnya Maria untuk melahirkan. Bayi Yesus lahir ke dunia dengan terbungkus kain lampin dan terbaring di palungan. Pada saat itu malaikat menampakan diri serta memberitahukan kabar gembira tersebut kepada para pengembala yang sedang mengembalakan dombanya. Segera setelah mendapatkan kabar tersebut maka para gembala segera bangkit, meninggalkan ternaknya serta berseru ”Marilah sekarang kita pergi ke Betlehem” . Pada kisah perjalanan Yusuf dan Maria menuju Betlehem, menyadarkan kita bahwa Yusuf adalah sosok yang setia kepada Allah serta kepada Maria dengan tidak menyerah kepada keadaan melainkan semakin yakin kepada Allah bahwa apa yang direncanakan Allah untuk Yusuf dan Maria semuanya itu baik.

Pada kisah diatas memperlihatkan kita sebagai manusia tidak luput dari keraguan dan ketidakyakinan akan segala hal dalam hidup kita. Namun hal tersebut dapat dipatahkan dengan sikap kerendahan hati, keyakinan dan sifat tidak menyerah pada keadaan di dalam hidup kita. Mari kita berdoa agar di Natal tahun ini menjadi manusia yang semakin yakin bahwa segala rencana dan apa yang diberikan Allah kepada kita adalah baik. Amin. *** Lensa Paskalis

]]>
https://gerejapaskalis.or.id/kegiatan/natal-2024-kelahiran-tuhan-kita-yesus-kristus/feed/ 0
Malam Natal 2024 – Menyambut kelahiran Tuhan kita Yesus Kristus https://gerejapaskalis.or.id/kegiatan/malam-natal-2024-menyambut-kelahiran-tuhan-kita-yesus-kristus/ https://gerejapaskalis.or.id/kegiatan/malam-natal-2024-menyambut-kelahiran-tuhan-kita-yesus-kristus/#respond Fri, 03 Jan 2025 17:41:11 +0000 https://gerejapaskalis.or.id/?p=8987 “Marilah sekarang kita pergi ke Betlehem”

Teman-teman terkasih, pada Misa Malam Natal tahun 2024 di Malam yang amat Kudus ini kita diajak menyaksikan, Juru Selamat dan Tuhan kita Yesus Kristus lahir ke dunia dan menjadi manusia. Kabar sukacita ini disampaikan oleh para malaikat kepada para gembala yang segera bangkit, meninggalkan ternaknya serta berseru ”Marilah sekarang kita pergi ke Betlehem” dan sesudahnya mereka pun menemukan bayi Yesus yang terbaring dalam palungan.

Tema pada Natal tahun ini adalah kalimat ajakan dari gembala setelah menerima kabar gembira dari para malaikat. Pada tema kali ini, sosok gembala diangkat dan digambarkan sebagai orang-orang yang sederhana, kecil, lemah dan tersingkir. Oleh karena itu kita diajak untuk bersikap sederhana dan rendah hati serta kita juga diajak untuk memiliki kepedulian terhadap saudara-saudara kita yang lemah, kecil, miskin dan tersingkir.

 

Tema Natal tahun ini juga mengangkat bahwa adanya harapan kedamaian ditengah hiruk pikuk dunia yang kurang baik dan bukan hanya sekedar mengharapkan kedamaian, kita juga diajak untuk menjadi serta ikut mewartakan damai dan toleransi baik dalam hal agama, suku, ras dan budaya tersebut kepada sekitar dan dunia.

 

Marilah kita semua meresapi makna dan maksud dari tema Natal tahun ini. Seperti para gembala, kita sebagai satu kawanan umat Allah dipanggil untuk bersama-sama menjumpai Yesus, yang mengampuni, menyembuhkan, peduli pada orang yang dikucilkan, dan terpinggirkan. Selain ajakan, kita juga berdoa dan berharap agar Natal tahun ini menjadi langkah dan lembaran baru dari hidup kita menuju pengharapan dan kedamaian dalam diri kita sendiri, lingkungan sekitar dan dunia. Amin. *** Lensa Paskalis


]]>
https://gerejapaskalis.or.id/kegiatan/malam-natal-2024-menyambut-kelahiran-tuhan-kita-yesus-kristus/feed/ 0
MARI MULAI LAGI: Oleh-Oleh Cerita Outing Komsos https://gerejapaskalis.or.id/berita/mari-mulai-lagi/ https://gerejapaskalis.or.id/berita/mari-mulai-lagi/#respond Sun, 04 Sep 2022 17:23:18 +0000 https://gerejapaskalis.or.id/?p=4133 gerejapaskalis.or.id – Kali ini, Komsos Gereja St. Paskalis ingin berbagi kisah outing Komsos pada Jumat-Sabtu (19-20/8) lalu di Filemon Camp, Megamendung. Filemon Camp sendiri adalah salah satu tempat camping yang berada di Jln. Prabowo, Desa Bojong Koneng, Kab. Bogor. Untuk mencapai Filemon Camp, perjalanan dapat di tempuh dengan menggunakan kendaraan biasa seperti sedan, mpv maupun suv. Filemon camp merupakan salah satu camp yang bertemakan hutan dan alam yang sejuk nan indah. Registrasi untuk outing di Filemon Camp dilakukan sejak 2 Juli 2022. Whatsapp Grup (WAG) Komsos St. Paskalis beranggotakan 23 peserta. Namun, yang konfirmasi mendaftar sampai awal Agustus hanya 14 orang. Romo Ferry dan Romo Sulaiman yang sedari awal diajak turut serta ternyata berhalangan hadir. Romo Ferry ada kegiatan di Jogja. Sedangkan, Romo Sulaiman harus mengikuti Seminar di paroki. Dalam pelaksanaannya, total peserta yang ikut ada 11 orang. Kami dibagi ke dalam 2 kelompok. Kelompok pagi berangkat jam 09.55 WIB adalah Ci Feni, Romo Jimmy, Ryan dan Bu Hen dalam satu mobil Fortuner. Adel, Mas Aji Vina dan Cilla dalam mobil Honda City. Kelompok sore yang terdiri dari Riko, Josh dan Sandra menggunakan mobi Xenia sewaan dari Pak Roy berangkat jam 16.00 WIB.

Suasana senja Filemon Camp. Dok. pribadi

Perjalanan menuju Filemon Camp

Medan di sepanjang perjalanan keluar dari tol Ciawi menuju Filemon Camp tidaklah mudah dikarenakan jalanan yang terjal, curam, dan sempit. Karena itu, ada diskusi panjang terkait mobil dan sopir. Bila menggunakan kendaraan pribadi dari peserta, siapa yang akan menyetir karena yang empunya mobil pesimis. Jarak serta kondisi jalan menuju Filemon Camp yang penuh tantangan menjadi kekhawatiran bagi driver perempuan. Bila menyewa mobil, biayanya cukup mahal karena harus membiayai makan sopir serta penginapannya. Kemudian, diputuskan bahwa komsos perlu menyewa mobil Pak Roy, umat lingkungan St. Theresia 1. Mobil ini diperuntukkan bagi kawan-kawan yang akan berangkat sore hari. Ci Feni mau tidak mau membawa mobil fortuner-nya. Dia sekaligus menjadi driver didampingi Romo Jimmy sebagai co-driver. Adel juga sama, mau tidak mau menyetir sendiri mobil Honda City-nya dengan di-back up Vina. Mas Aji yang tidak bisa nyopir  ikut numpang di mobil Adel. Mesti ada cowok untuk menemani perjalanan jauh. Meski dengan perasaan tidak enak, “Mosok sebagai cowok kok membiarkan cewek nyopir?”

Selama di tol dalam kota, mobil Adel melaju kencang di depan. Begitu keluar tol, Ci Feni memimpin. Semua perjalanan lancar sampai exit tol. Tantangan berkendara pun dimulai. Jalanan sempit, berkelok, tanjakan maupun turunan sangat curam. Beberapa titik sangat terjal apalagi mendekati Filemon Camp. Belum lagi tikungan yang tajam dan saat berpapasan dengan kendaraan lain yang sering mengejutkan.

Mas Aji yang duduk di depan samping sopir, tegang. Ia berulang kali entah sadar atau tidak, menjejakkan kaki kanannya seolah ikut menginjak rem ketika jalanan menurun tajam. Tampak seperti ada rem virtual di kaki Mas Aji.  Asal jalan menurun, Mas Aji menjejakkan kakinya. Ketika jalanan sempit dan berpapasan mobil lain, Mas Aji memiringkan badannya. Harapannya biar pas-pasannya lancar. Tentu saja tidak ada efeknya karena yang nyetir kan Adel. Lagipula, mobilnya asli bukan virtual yang bisa dikendalikan dengan badan. Belum lagi pas nanjak, Mas Aji ngos-ngosan ikut  ngeden. Maksudnya, mendorong mobil biar kuat nanjak. Padahal, ya ga ada manfaatnya sama sekali. Posisinya kan duduk di mobil sebagai penumpang. Duuuh Mas Aji…mas Aji… tapi Mas Aji sempat menghibur, “Adel, pokoknya tinggal perintah saja: “Turun Mas Aji!” Pasti gue turun angkat batu.”

Adel cukup lihai mengendarai mobil sampai diacungi jempol bang Bobi, pemandu di Filemon Camp. “Baru Anda perempuan yang nyetir sendiri bisa sampai sini,” puji bang Bobi. “Kalau yang lain, pasti ditarik pake mobil Rescue” katanya. Meskipun begitu, Adel harus merelakan bagian crank guard pelindung bawah mobil robek setelah menyerempet batu.

Perjalanan pulang nyaris sama, kesulitan di awal saat turun dari Filemon Camp. Untungnya Riko cukup lihai memandu di depan mobil Adel sampai di jalan beraspal. Setelah itu  bergantian posisi, mobil ci Feni di depan, Adel di tengah, dan diikuti Riko paling belakang.

Perihal Makan

Naluri keibuan Bu Hendrawati terusik ketika tidak menemukan informasi menu makanan, “Ga ada paketan makan ya?” Mas Aji yang mengkonfirmasi ke filemon Camp mendapat jawaban via WA  bahwa makanan yang termasuk dalam paket adalah bubur kacang hijau, teh, kopi dan air minum. Menu sarapan, nasi goreng free.

Paket makan dengan nasi tarifnya 100 ribu rupiah untuk 3 kali makan, yakni makan siang saat tiba, makan malam dan sebelum pulang. Namun karena belum ada kepastian jumlah peserta, Mas Aji dan Bu Hen sepakat untuk melunasi biaya sewa tenda. Paket makan dengan nasi menyusul saja saat hari H.

Tiba di Filemon Camp menjelang jam 12 siang.  Peserta Outing disambut bubur kacang hijau, kopi, teh, jahe dan pisang, semua boleh dinikmati. Namun bubur kacang hijau saja tidak cukup. “Kalo belum makan nasi rasanya belum makan,” keluh Adel.  Jadilah Bang Boby pemandu dari Filemon Camp menawarkan menu paket makan nasi dengan harga 50 ribu rupiah/orang sekali makan. Bu Hen kaget dengan biaya yang dikenakan untuk sekali makan.

Bang Boby memberi alasan “Ibu pesan mendadak, lagi pula cari bahannya kan jauh ke bawah, pasar jam segini sudah habis.” Makan siang akhirnya tersedia lewat jam 15.00. Menunya sayur asem, ayam goreng, tahu, tempe, ikan asin, sambel  plus lalapan … eh ada kerupuk juga. Menjelang sore dapat informasi  Ketua Komsos akan menyusul besok pagi-pagi buta karena pekerjaan belum selesai, jadilah pesanan makanan untuk malam diturunkan jadi 11 orang dan besok siangnya 12 orang.

Keesokan harinya, sarapan nasi goreng. Tidak ada keluhan ke pengelola soal rasa nasi goreng maupun paket makan. Semua peserta terbius indahnya pemandangan di Filemon Camp. Acara pokok hanya diskusi malam dan misa alam pagi harinya. Selain itu acara sebebas-bebasnya.

Yang menjengkelkan adalah 3 ekor anjing liar berkeliaran meminta jatah makan. Menjelang sore karena semua kelelahan, meninggalkan makanan di meja depan tenda, alhasil jadi rebutan anjing liar itu. Dan mereka terus berada di dekat setiap orang yang berkumpul membawa makanan. Satu lagi seekor kucing yang tak diakui pemilik Filemon Camp. Kucing liar itu sukses mencuri daging ayam siap santap milik Mas Aji. Keterlaluan, memang.

Makan siang mejelang pulang lebih meriah dan nikmat karena menu tambahan sei babi hasil olahan Chef Riko yang dibawa Ci Feni. Selain itu, ada hair juga dalam rekreasi bersama dua pasang suami istri. Mereka adalah tamu Filemon Camp dari Paroki Matius Penginjil Bintaro. Semua gembira menikmati pesta syukur ulang tahun Imamat ke-13 Romo Jimmy. Selamat pesta Romo Jimmy.

Misa alam. dok. pribadi

Diskusi Malam

Diskusi malam  dimulai kurang lebih jam 21.00 saat sei bebi selesai dipanggang. Romo Jimmy memotong-motong sei babi yang tampak menggoda. (Maksudnya sei babinya yang menggoda, bukan Romo Jimmy.)  Selesai memotong dan membagi-bagi sei babi, Romo Jimmy dibantu Riko menuangkan red wine botol plastik sambil berkata “Inilah sei babi dan anggur yang diserahkan buat kalian, terima lah dan makanlah……” (asli ini imajinasi ngawur penulis).

Romo Jimmy membuka diskusi dengan ucapan terima kasih atas keterlibatan komsos selama pandemi sampai sekarang ini. Keterlibatan komsos sungguh dirasakan manfaatnya oleh umat paroki. Oleh karena itu, Romo Jimmy telah menyiapkan ruang di dekat sekretariat menjadi ruang studio mini untuk komsos. Maka Komsos diharapkan segera membuat design dan layout untuk membuat design studio tersebut agar tahun depan bisa digunakan. Selain itu juga berbagai alat komsos dapat disimpan di ruang tersebut.

Mas Aji mewakili komsos mengucapkan terima kasih atas dukungan romo dan seluruh anggota komsos sehingga pelaksanaan tugas komsos dapat berjalan baik dan lancar. Mas Aji menyampaikan kepada Romo Jimmy, harapan agar komunikasi dengan DPH dapat ditingkatkan lebih baik. Sebab, saat ini komunikasi yang terjadi kurang harmonis sehingga yang muncul prasangka yang memperkeruh suasana. Sangat tidak nyaman.

Mas Aji juga mengingatkan anggota komsos bahwa menjadi petugas komsos khususnya live Streaming berarti membawa Yesus kepada umat. Maka perlu diperhatikan beberapa hal berikut:

  1. Jangan sampai kehadiran komsos (bergerak kesana-kemari) saat Misa berlangsung sampai mengganggu umat. Umat yang konsentrasinya terganggu karena gerak komsos yang mondar-mandir di seputar altar sama saja dengan merampas hak Allah. Saat Misa, kewajiban umat adalah menyembah Allah. Bila perhatian umat beralih kepada komsos, secara tidak langsung komsos mengambil/mencuri hak Allah. Hak Allah ialah menerima pujian dan hormat saat misa berlangsug.
  2. Pelayan live streaming Misa perkawinan pada setiap Sabtu dihentikan/distop karena kekurangan tenaga. Biasanya misa perkawinan dilaksanakan Sabtu. Pada hari itu di masa sekarang ini setelah pandemi perlahan terkendali, banyak anggota komsos yang masuk kerja. Untuk misa Arwah yang dilaksanakan malam masih bisa dibantu untuk live streaming asal ada petugas.
  3. Berharap live streaming misa mingguan tetap ada meski hanya sebulan sekali bahkan bila nantinya ada kebijakan live streaming misa ditiadakan entah dari keuskupan atau paroki. Mengapa? Karena komsos bertugas “menghantar” Allah kepada umat. Surga bersukacita karena 1 orang bertobat (Lukas 15:7) dan komsos tidak perlu tahu dan bukan urusan komsos, siapa yang Allah sembuhkan atau siapa yang bertobat. Tugas komsos hanya “menghantar” Allah kepada umat meskipun viewers-nya sedikit. Jadi, live streaming misa mingguan tetap harus ada meskipun viewers-nya sedikit.

Usulan dan evaluasi dari kawan-kawan komsos yang disampaikan saat diskusi tersebut antara lain:

  1. IG dan tiktok perlu ada pembaruan dan peningkatan konten. Cilla membantu Sandra untuk mengategorikan template IG sesuai wilayah/kategorial. Untuk Tiktok, Abigail akan diminta bantuannya bekerjasama dengan OMK.
  2. Pelatihan dan workshop. Pelatihan dan Workshop bagi umat yang ingin belajar V-mix & Kamera bisa datang satu jam sebelum Live streaming berlangsung. Pada minggu pagi jam 09.00 atau Minggu sore jam 18.00 sebelum Live streaming Rosario Berantai.
  3. Rekrutmen anggota Komsos bisa diumumkan di IG
  4. Evaluasi Rutin akan dilaksanakan evaluasi rutin, periodenya belum disepakati.
  5. Pengadaan studio mini untuk ruangan – podcast sekaligus untuk penyimpanan perlengkapan dan peralatan komsos.

Bergembiara menyambut Saudara Mentari pagi. dok. pribadi

Kesan Tak Terlupakan.

Memang disayangkan, tidak semua anggota Komsos bisa hadir. Bisa dimaklumi karena faktor tugas dan pekerjaan yang tidak bisa ditinggalkan. Apalagi setelah pandemi, orang mulai beraktifitas normal baru, tentu pekerjaan lebih diutamakan. Meski perjalanan ke Filemon Camp tampak sulit, namun kesan mendalam dirasakan hampir seluruh peserta. Visi misi disegarkan lagi dalam diskusi singkat. Koh Lucky, Ketua Komsos yang berhalangan hadir, sengaja tidak meminta atau membuat banyak acara “Pokoknya acaranya bebas, santai yang penting ada diskusi, masukan dan saran, udah.”

Ternyata justru acara santai ini betul-betul dinikmati seluruh anggota. Masing-masing sibuk dengan kegiatannya sendiri seperti tidur, melamun menikmati pemandangan karena tidak ada sinyal HP, ngobrol, melawak, bercanda, ngopi, bakar pisang, sok akrab dengan tamu lain, jalan keliling area camp, foto-foto dan sebagainya. Acara utama ya hanya diskusi malam dan misa. Meskipun acara ini tidak dihadiri semua anggotanya, para peserta yang hadir tetap hidup dan dinamis. Semoga selesai healing di Filemon Camp, pelayanan Komsos semakin lebih hidup. Yuk, mari mulai lagi dengan lebih bersemangat melayani Tuhan dan sesama. (Papanya Ganesha)

]]>
https://gerejapaskalis.or.id/berita/mari-mulai-lagi/feed/ 0
MERAYAKAN TOLERANSI: BERBAGI DENGAN UMAT MUSLIM https://gerejapaskalis.or.id/berita/merayakan-toleransi-berbagi-dengan-umat-muslim/ https://gerejapaskalis.or.id/berita/merayakan-toleransi-berbagi-dengan-umat-muslim/#respond Mon, 16 May 2022 01:25:54 +0000 https://gerejapaskalis.or.id/?p=3610 Secara etimologis, kata “toleransi” berasal dari kata Bahasa Latin “toleratio” atau “tolerare”. Artinya izin atau mengizinkan. Sejak 313 M di masa pemerintahan Romawi, Kaisar Konstantinus Agung menerbitkan Edik Milano atau ‘Maklumat toleransi di Milan’. Isinya menjamin kebebasan beragama kepada para penduduk yang berada di bawah kekaisaran Romawi. Surat keputusan ini sangat menguntungkan umat Kristiani. Sebab, pada masa sebelumnya mereka seringkali dijadikan kambing hitam konspirasi politik negara. Lantas, mereka ditangkap, dianiaya, dan dibunuh secara keji. Dengan adanya Maklumat toleransi, umat Kristiani saat itu dapat hidup berdampingan dengan para pemeluk agama Pagan-Romawi.

Dalam perjalanan waktu, toleration dalam Bahasa Inggris dipahami sebagai izin yang diberikan oleh otoritas umum yang berbasis hukum kemasyarakatan. Memasuki abad ke-17, “toleransi” terutama dipahami sebagai nuansa hubungan antaragama karena ada undang-undang/kesepakatan toleransi. Toleransi secara populer dimaknai sebagai rasa empati dan simpati untuk menghargai dan menjunjung tinggi nilai-nilai kemanusiaan yang melampaui sekat-sekat ras, suku, etnis, agama, dan sebagainya. Di Indonesia, toleransi menjadi salah satu karakter sosial yang melekat pada identitas bangsa ini.

Pentingnya toleransi turut dirayakan umat di Gereja St. Paskalis. Dengan bertoleransi, umat Katolik di wilayah Paroki Cempaka Putih juga mewujudkan nilai Ajaran Sosial Gereja, yakni “Menjadi pribadi yang Ekaristis: semakin mengasihi, semakin peduli, semakin bersaksi.” Baik umat wilayah maupun kelompok kategorial merayakan toleransi dengan melakukan bakti sosial (baksos).

Baksos berupa paket sembako dan nasi kotak dibagikan secara gratis bagi umat muslim menjelang perayaan Idul Fitri. Dengan dukungan dana dari Celengan Yesus Tuna Wisma (CYTW) dan swadaya umat (donatur), terdapat dua puluh enam Lingkungan yang melaksanakan baksos. Mereka antusias berbagi paket sembako ditambah dengan masker dan hand sanitizer. Sejauh pantauan kami, Lingkungan III Kristoforus membagikan sembako pada Kamis (28/40 melalui ketua lingkungan. Sedangkan Lingkungan IV Antonius melaksanakannya pada Minggu (1/5) oleh pengurus. Mereka datang berkunjung langsung kepada yang membutuhkan. Sementara, beberapa lainnya dikumpulkan di rumah pengurus lingkungan.

Sementara itu, para Ibu WKRI menggandeng OMK dari tim Campus Fidei (CF) melakukan baksos buka puasa pada Minggu, (24/4) bagi keluarga yang kurang mampu, terutama saudara-saudara Muslim. Ada 550 kotak nasi yang dibagikan di 6 titik berbeda. Mereka berbagi tugas. Ada yang membaginya di pinggir jalan, memasuki kompleks perumahan, dan juga ke Mesjid Sumur Batu, Kemayoran yang berada di wilayah paroki Cempaka Putih.

Pembagian sembako dan nasi kotak sebagai tanda kasih dan persaudaraan kepada masyarakat sudah dilakukan beberapa tahun sebelum pandemi dan sudah menjadi tradisi umat Gereja St. Paskalis. Kiranya, tradisi ini tetap lestari demi kebaikan hidup bersama umat Gereja St. Paskalis dengan umat Muslim sekitaran paroki Cempaka Putih.* (Thomas Aji)

]]>
https://gerejapaskalis.or.id/berita/merayakan-toleransi-berbagi-dengan-umat-muslim/feed/ 0
Pekan Suci di Gereja Santo Paskalis https://gerejapaskalis.or.id/berita/pekan-suci-di-gereja-santo-paskalis/ https://gerejapaskalis.or.id/berita/pekan-suci-di-gereja-santo-paskalis/#respond Tue, 19 Apr 2022 09:45:39 +0000 https://gerejapaskalis.or.id/?p=3415 Minggu Palma

“Memikul Penderitaan Bersama Kristus”

Lagu HOSANA PUTRA DAUD mengawali perayaan Misa Minggu Palma (10/4) pada pkl 10:00 WIB.

Diakon Rio Edison OFM dalam homilinya menyampaikan pesan bahwa Yesus membutuhkan keledai ketika memasuki kota Yerusalem. Keledai yang dianggap bodoh itu merelakan punggungnya menjadi tempat duduk Tuhan Yesus. Saat ini, kita juga membawa beban persoalan masing-masing saat mengikuti misa Minggu Palma. Namun, perlu diingat bahwa Tuhan Yesus mengajar kita supaya kita memikul penderitaan bersama-sama dengan Dia. Lantas, apa yang kita rayakan dalam Pekan Suci?

“Selama Pekan Suci, Tuhan membutuhkan sedikit pengorbanan dari umat. Pengorbanan-pengorbanan kecil supaya umat bisa turut ambil bagian dalam pengorbanan Yesus yang sangat agung. Aneka pengorbanan itu bisa hadir dalam beragam cara. Di antaranya, bisa hadir melalui diri Pastor. Bisa juga dijumpai dalam diri para petugas Liturgi, seperti misdinar, lektor-lektris, bapak-ibu prodiakon, serta petugas lainnya seperti komsos dan lain sebagainya. Selain itu, saat ini pun kita membawa beban persoalan masing-masing saat mengikuti misa Minggu Palma ini. Namun, perlu diingat bahwa Tuhan Yesus mengajari kita untuk memikul penderitaan ini bersama-sama dengan Dia,” seru Diakon yang juga Ketua Fransiskan Media Center (FMC)-Indonesia ini.

Tuhan membutuhkan pelayanan setulus hati, sehingga umat bisa mengikuti perayaan Paskah dengan baik. Tuhan memerlukan dari kita sebagai umat, kesabaran dan waktu untuk bersama-sama dengan-Nya berdoa, untuk bersama-sama memikul penderitaan di tengah situasi yang ternyata masih belum lepas dari pandemi.

“Saat ini, gereja masih menerapkan aturan-aturan yang terkesan membatasi dan rumit yang membutuhkan kesabaran dan ketekunan. Agar kita bersama-sama berjalan bersama Dia. Tidak saja ketika kita senang tetapi juga saat mengalami kesulitan,” ungkap Diakon kelahiran Kupang, NTT ini.

Usai Misa, beberapa umat mengungkapkan rasa harunya karena bisa ikut Misa Minggu Palma.

Ibu Agatha dari wilayah Maria Fatima mengungkapkan rasa harunya sampai menitikkan air mata setelah dua tahun menanti. “Saya terharu dan sempat keluar air mata karena bisa kembali ke rumah Bapa di Gereja.”

Sementara Bapak Toddy dari Wilayah Daud yang hadir bersama keluarga mengungkapkan kerinduannya. “Kangen banget ikut Misa secara offline bareng keluarga besar. Kesan saya, luar biasa. Perayaan kali ini berjalan dengan lancar. Terimakasih kepada para petugas yang terlibat dalam perayaan ini. Semoga ke depannya semakin banyak umat yang mau mengikuti Misa di Gereja secara offline.”

Misa Minggu Palma dirayakan secara konselebrasi oleh selebran utama, yaitu Romo Jimmy OFM didampingi Romo Sulaiman OFM, Romo Yoseph Agut OFM dan Diakon Rio OFM.

Menurut Pak Hengky, koordinator lapangan tim TGKP, umat yang hadir berjumlah sekitar 700 orang yang dibagi dalam tiga ruang. Ada 500 orang berada di dalam gereja sisanya dibagi di aula atas dan bawah Gedung Karya Pastoral.

Kamis Putih

“Berilah Kami Kasih Putih seperti kasih-Mu, ya Tuhan”

Umat khusyuk mengikuti  perayaan Misa Kamis Putih yang dilaksanakan pada Kamis (14/4) sejak Pukul 17:00 WIB. Lagu Kemuliaan dalam perayaan Kamis Putih berkumandang megah dan agung. Setelah lagu Kemuliaan, tidak ada lagi iringan musik meriah. Perayaan Kamis Putih menjadi pembuka rangkaian perayaan ibadat agung Tri Hari Suci.

Sejak pukul 15:00 WIB umat dan petugas sudah hadir di gereja. Antrian umat yang hadir dimulai sejak memasuki pintu gerbang dengan pemeriksaaan keamanan dan barang bawaan. Antrian masuk sedikit tersendat saat pengecekan tiket belarasa. Antrian itu dikarenakan ponsel petugas yang memeriksa tiket umat membutuhkan waktu untuk loading rata-rata lebih dari satu menit.

“Mungkin karena server belarasa diakses serentak bersama-sama,” jelas Pak Catur, petugas pemeriksa tiket belarasa.

Sementara bagi umat yang tidak mempunyai tiket belarasa, dapat mengikuti misa dengan menunjukkan KTP kepada petugas. Dua petugas siaga memeriksa umat yang ingin mengikuti misa tanpa mendaftar melalui belarasa. Satu petugas mencatat data KTP umat. Sementara petugas lainnya mendokumentasikan foto umat dengan KTP. Menurut Benya, petugas jaga, hasil catatan dan rekaman data umat tersebut akan diserahkan kepada DPH.

Dalam khotbahnya, Romo Sulaiman OFM menjelaskan katekese sederhana tentang asal-usul nama Kamis Putih. Mengapa namanya Kamis Putih?

“Padahal dalam Bahasa Inggris disebut Holy Thursday/Maundy Thursday dan bukan White Thursday. Kata Maundy berasal dari Bahasa Latin, yaitu Mandatum yang berarti Perintah. Ini selaras dengan Firman Tuhan: “Aku memberikan Perintah baru kepadamu” (Yoh. 13:34a). Lantas, mengapa kita menyebutnya Kamis Putih?” tanya Rosul alias Romo Sulaiman, begitu ia biasa disapa umat Cempaka Putih.

Rosul menjelaskan bahwa Hari Kamis Putih dalam Bahasa Indonesia diterjemahkan dari Bahasa Belanda “Witte Donderdag (Kamis Putih)”. Ternyata, ‘Kamis Putih’ menjadi warisan dari tradisi Belanda yang selama ratusan tahun pernah menjajah Nusantara. Dan tradisi nama ini sebenarnya mau mengacu pada warna liturgis yang dirayakan, yaitu warna putih. Lantas, Kamis Putih menjadi nama umum yang populer dan diterima di Indonesia.

Sebagai suatu perayaan liturgi, terdapat dua perayaan di Hari Kamis Putih, yaitu ad Missa Chrismatis (Misa Krisma) dan Missa Vespertina in Cena Domini (Misa Senja Perjamuan Malam Tuhan). Kamis Putih menandai Puncak Pra Paskah dan mengawali Tri hari Suci Paskah yang mengantar kita ke dalam misteri iman termulia, yaitu penebusan kita dan seluruh dunia.

Sementara itu, makna Misa Senja Perjamuan Malam Tuhan terletak pada tiga pesan penting. Di antaranya adalah Yesus menetapkan Sakramen Ekaristi, menetapkan Sakramen Imamat, dan memberikan Perintah Baru: “Aku memberikan perintah baru kepada kamu, yaitu supaya kamu saling mengasihi; sama seperti Aku telah mengasihi kamu. Demikian pula, kamu harus saling mengasihi” (Yoh. 13:34). Inilah bentuk kasih dan pemberian Diri Tuhan Yesus bagi kita semua.

Kisah pembasuhan kaki (Yoh. 13:1-15) menampilkan kisah kasih Agape; kisah cinta Tuhan kepada ciptaan-Nya; kasih tertinggi seseorang yang mengorbankan nyawanya demi orang yang dikasihi. Yesus menjadi junjungan dan teladan utama karena Ia yang adalah Tuhan mau memberikan diri, merendahkan diri, berbela rasa, membersihkan, dan memurnikan manusia yang penuh dosa dan hina ini dengan penuh rendah hati dalam cinta kasih sejati.

Inilah Kasih Putih itu. Maka, marilah kita mohon dalam perayaan ini kepada Tuhan Yesus sendiri: ‘Berilah kami Kasih Putih seperti kasih-Mu, ya Tuhan,” tutur pastor kelahiran Maumere-NTT ini mengakhiri khotbahnya.

Secara umum situasi aman dan tertib. Antrian mengalir lancar dan tidak menimbulkan kerumunan. Setelah selesai pengecekan tiket atau data diri, umat dicek suhu dan melakukan scan QR aplikasi Peduli Lindungi.

Beberapa menit sebelum misa dimulai, Pak Hengky selaku koordinator lapangan tim TGKP, melalui mimbar mengingatkan umat untuk tetap menaati protokol kesehatan Gereja. Di antaranya, menjaga jarak, menggunakan masker selama berada di area gereja dan mematuhi arahan petugas tata tertib sejak memasuki gereja, saat komuni dan ketika akan pulang ke rumah masing-masing.

Jumat Agung

“Menyembah Tuhan Yesus yang Wafat di Salib”

Ibadat Penghormatan Salib pada Jumat Agung di Gereja St. Paskalis paroki Cempaka Putih dilaksanakan dua kali, pkl 15:00 WIB dan 18:00 WIB. Ibadat pertama dilaksanakan secara luring dan daring. Ibadat kedua dilaksanakan secara luring.

Ibadat dilaksanakan tanpa tanda salib pembuka dan berkat penutup. Ibadat Jumat Agung menitik beratkan pada pembacaan kisah sengsara Tuhan Yesus Kristus. Imam beserta petugas liturgi memasuki gereja dalam suasana hening. Seluruh lagu dinyanyikan tanpa iringan musik.

Kisah sengsara Tuhan Yesus dibacakan berdasarkan Injil Yohanes. Dua petugas lektor yang membaca kisah sengsara Tuhan Yesus berperan sebagai narator dan orang-orang yang terlibat dalam kisah sengsara. Untuk suara rakyat, lektor dibantu paduan suara. Sedangkan Yesus diperankan oleh Diakon Rio Edison OFM.

Pada upacara penghormatan salib, perarakan salib dilakukan dengan membuka selubung salib secara bertahap dari pintu masuk gereja. Umat berlutut menghormati salib pada setiap pemberhentian. Dikarenakan situasi pandemi, umat tidak mencium salib seperti pada tahun-tahun sebelumnya. Penciuman salib digantikan dengan ajakan untuk berlutut dan menghormati salib dengan menyanyikan doa “Kami menyembah Engkau” dari St. Fransiskus Assisi: “Kami menyembah Engkau, Tuhan Yesus Kristus, di sini dan di semua Gereja-Mu di seluruh dunia, dan kami memuji Engkau, sebab Engkau telah menebus dunia dengan salib-Mu yang suci.” Usai penghormatan salib dilanjutkan dengan komuni dan diakhiri dengan doa dan berkat penutup.

Ibadat penghormatan salib dipimpin Romo Jimmy OFM dan didampingi Rm Yoseph  OFM, Romo Sulaiman OFM, dan Diakon Rio  OFM. Data dari tim TGKP bapak Hengky, umat yang hadir sekitar 800 orang. Kuota dari belarasa terpenuhi pada misa pertama sedangkan pada misa kedua tercatat kurang lebih 600 orang.

Sabtu Suci

“Sediakanlah Rempah-Rempah Kasih dalam Hidupmu”

Perayaan Sabtu Suci dilaksanakan dua kali pada pkl. 17:00 WIB dan 20:00 WIB.

Romo Vincentius Darmin Mbula OFM melihat bahwa Kebangkitan Kristus menunjukkan bahwa Dia menjadi Tuhan yang hidup. Agar planet bumi sebagai rumah bersama mendapatkan kehidupan baru dalam semua. Hal itu disampaikannya dalam homili saat Perayaan Sabtu Suci. Menariknya, Romo Darmin mengawali khotbah dengan menyapa umat dengan sapaan nasionalis-patriotis sebagai “Saudara-saudari sebangsa dan setanah air.”

“Saudara saudari sebangsa setanah air yang terkasih dalam Kristus Yesus. Sampailah kita pada puncak perayaan pekan suci, malam Paskah: Malam perayaan kebangkitan Kristus Yesus; Ia sudah mengalahkan maut dan dosa; dan sekaligus Ia menujukkan jalan harapan baru bagi kita untuk jalan bersama menuju kehidupan paripurna (Hendaklah kamu sempurna sama seperti Bapamu sempurna adanya, Mat 5:48). Kebangkitan Yesus Kristus membenarkan bahwa Allah menghendaki semua kita untuk hidup dalam Kristus Yesus ( Rom 6:11). Kristus Yesus bersabda, “Aku datang supaya mereka mempunyai hidup dan mempunyainya dalam segala kelimpahan” ( Yoh 10:10). Maka dari itu, Malam Paskah ini hanya bermakna ketika kita memahaminya dalam kerangka cinta akan kehidupan itu sendiri. Malam Paskah bermakna Bercinta (Bersama Mencintai Kehidupan Sempurna). Malam Paskah bukan memuliakan kesengsaraan dan kematian, melainkan memuliakan kehidupan manusia dan seluruh makhluk ciptaan Allah” (Allah melihat semua baik adanya, Kej 1;1, 26-31a), ungkap Pastor yang juga menjabat sebagai Ketua Presidium Majelis Nasional Pendidikan Katolik (MNPK) di Konferensi Waligereja Indonesia ini.

Beliau memaknai rempah-rempah kehidupan yang disediakan oleh Yusuf dari Arimatea dan wanita-wanita yang datang ke makam sebagai lambang cinta kasih kepada Yesus Kristus. Rempah-rempah inilah rempah-rempah kasih yang menginspirasi kita semua untuk bersaksi di tengah kehidupan bermasyarakat. Karena itu, kita semua juga bisa menyediakan rempah-rempah kasih dalam seluruh kehidupan kita. Saban hari, berbagi rempah-rempah kasih sejatinya juga merayakan Paskah Kebebasan yang berorientasi pada cinta kasih penuh Rasa hormat (respek), Empati, Manusiawi penuh rasa Persaudaraan,  Adil dan Harmonis (REMPAH). Paskah membebaskan kita dari kuasa kegelapan dan maut; kekerasan dan kematian, sekaligus meneguhkan kebebasan kita dalam cinta kasih  ilahi.

Selain itu, rasa solidaritas sesama anak manusia yang tak berdaya juga dibutuhkan sekarang ini. Rasa peduli dalam spirit kebangkitan Kristus Yesus memampukan kita. Agar kita terus-menerus berjuang membela serta menghormati kehidupan secara manusiawi terhadap orang lain sebagai saudara dan berkeadilan bagi segala makhluk.

Merayakan persaudaraan berarti menemukan peluang baik dalam kehidupan. Paskah mengajak kita agar semua diciptakan untuk hidup baru, memikirkan prinsip keadilan dan kesetaraan dalam hidup ini. Kita semua setara dihadapan Tuhan yang bangkit. Prinsip kesetaraan dalam hidup ini berarti membantu mereka yang kecil, lemah, miskin, tertindas, dan disabilitas untuk menemukan peluang-peluang supaya keluar dari keterpurukan dalam Spirit Kristus yang Bangkit.

Perayaan Sabtu Suci dipimpin Romo Jimmy didampingi Romo Yoseph Agut OFM, Romo Darmin Mbula OFM, Romo Sulaiman Otor OFM serta Diakon Rio Edison OFM. Umat yang hadir berdasarkan tiket belarasa sebanyak 800 orang pada misa pertama dan 500 orang pada misa kedua.  (Thomas Aji, Komsos)

]]>
https://gerejapaskalis.or.id/berita/pekan-suci-di-gereja-santo-paskalis/feed/ 0
Pendataan Susunan Kepengurusan dan Kader-Kader Perangkat Karya Periode 2020 – 2022 https://gerejapaskalis.or.id/kegiatan/pendataan-susunan-kepengurusan-dan-kader-kader-perangkat-karya-periode-2020-2022/ https://gerejapaskalis.or.id/kegiatan/pendataan-susunan-kepengurusan-dan-kader-kader-perangkat-karya-periode-2020-2022/#respond Mon, 04 Apr 2022 17:03:43 +0000 https://gerejapaskalis.or.id/?p=3359 Salam Damai dan Kebaikan

Dalam rangka pemutakhiran data untuk Susunan Kepengurusan dan Kader-Kader Perangkat Karya Periode 2020-2022 maka bersama ini kami mengirimkan form untuk dapat diisi dan dilengkapi.

Mohon kerjasama dari Bapak/Ibu Bidang & Seksi, Kategorial, Koordinator Wilayah dan Ketua Lingkungan untuk melakukan pendataan dengan mengisi Google Form pada link:

Besar harapan kami agar pemutakhiran data dapat terlaksana dan terkumpul paling lambat tanggal 30 April 2022, sehingga Paroki dapat memperoleh data kepengurusan Perangkat Karya Periode 2020-2022 dan seluruh perangkat karya bisa mempersiapkan kader-kadernya untuk kepengurusan perangkat karya periode 2023-2025.

Atas perhatian dan kerjasamanya, kami ucapkan terima kasih. Tuhan memberkati.

pendataan susunan kepengurusan

]]>
https://gerejapaskalis.or.id/kegiatan/pendataan-susunan-kepengurusan-dan-kader-kader-perangkat-karya-periode-2020-2022/feed/ 0
Sensus Umat Difabel dan Profesi Umat https://gerejapaskalis.or.id/kegiatan/sensus-umat-difabel-dan-profesi-umat/ https://gerejapaskalis.or.id/kegiatan/sensus-umat-difabel-dan-profesi-umat/#respond Mon, 21 Mar 2022 07:49:44 +0000 https://gerejapaskalis.or.id/?p=3276 Ytk. Umat Gereja Santo Paskalis Paroki Cempaka Putih.

Dalam tahun penghormatan martabat manusia, Gereja melalui TSBP (Tim Sinergi Bidang Prioritas) 3 dan 4 memiliki program :

  1. Memberikan pembinaan iman secara khusus bagi umat difabel dan akan melibatkan mereka yang berminat untuk melayani dalam kegiatan gereja.
  2. Pendampingan terhadap umat yang memiliki profesi tertentu sebagai pelayan publik.
  3. Pendampingan terhadap umat berkebutuhan khusus / difabel.

Terkait hal ini, diperlukan data kondisi umat terkini guna mewujudkan program tersebut.
Mohon Umat dapat mengisi link di bawah ini :

Petunjuk pengisian:

  1. Khusus bagi umat Paroki Cempaka Putih
  2. Satu keluarga (satu kode kk sama) cukup kirim 1 jawaban formulir.
  3. Pengurus lingkungan dapat membantu umat lingkungan yang memiliki kendala pengisian data ini.

Narahubung:

  • TSBP-3 dengan Yohanes 0896-2568-2111
  • TSBP-4 dengan Ibu Fritta 0856-7898-255

Mohon link dapat diisi paling lambat 27 Maret 2022
Terima kasih

]]>
https://gerejapaskalis.or.id/kegiatan/sensus-umat-difabel-dan-profesi-umat/feed/ 0
Cinta Kasih Kristus Menggerakkan Persaudaraan dalam Perayaan Natal https://gerejapaskalis.or.id/berita/cinta-kasih-kristus-menggerakkan-persaudaraan-dalam-perayaan-natal/ https://gerejapaskalis.or.id/berita/cinta-kasih-kristus-menggerakkan-persaudaraan-dalam-perayaan-natal/#respond Fri, 14 Jan 2022 09:18:21 +0000 https://gerejapaskalis.or.id/?p=3046 gerejapaskalis.or.id – Perayaan Natal di gereja paskalis tahun 2021 masih dibayangi pandemi Covid-19. Keterlibatan umat dalam persiapan maupun pelaksanaan perayaan Natal dibatasi. Selama pandemi, kegiatan umat di gereja dibatasi sesuai arahan pemerintah untuk mengindari penyebaran virus corona. Dalam keterbatasan tersebut, “Cinta Kasih Kristus Menggerakan Persaudaraan” menjadi pilihan tema Natal tahun ini oleh Konferensi Wali Gereja Indonesia (KWI).

Bapak Silaban, koordinator pelaksana panitia natal di gereja St. Paskalis mengatakan bahwa anggota panitia Natal tahun 2021 diisi oleh karyawan sekretariat paroki dan beberapa anggota Tim Gugus Kendali Paroki (TGKP).

Jumlah seluruh petugas gabungan, dibatasi maksimal 60 orang untuk dua kali perayaan Malam Natal. Petugas yang terlibat dibagi dalam tiga kategori, yaitu petugas Liturgi; Tata Tertib (Tatib) dan Komsos (Komunikasi Sosial). Petugas Liturgi meliputi lektor, misdinar, koor, prodiakon. Sedangkan Tata Tertib meliputi petugas Keamanan internal, Parkir, Pemeriksa Suhu, Pemeriksa Belarasa, Pemeriksa Peduli Lindungi, Penjaga kolekte dan Pemandu tempat duduk. Petugas Komsos bertugas memastikan penayangan perayaan Misa secara live streaming berjalan dengan lancar.

Tempat duduk bagi umat dipisah sesuai dengan kendaraan yang digunakan. Untuk umat yang menggunakan kendaraan bermotor roda dua dan kendaraan umum lewat pintu gerbang utama. Di dalam gereja mereka diarahkan duduk di bangku yang menghadap altar di bagian belakang. Umat yang berjalan kaki atau bermobil masuk melalui pintu gerbang yang biasa digunakan sebagai pintu keluar. Di dalam gereja, umat yang berjalan kaki diarahkan duduk menghadap altar di bagian kanan dekat panti koor, sedangkan umat yang berkendara roda empat duduk menghadap altar di bagian kiri dekat patung Bunda Maria.

Pemisahan tempat duduk ini bertujuan untuk memudahkan tracing atau pelacakan dan membatasi penyebaran virus apabila terdapat umat yang sakit atau OTG (orang tanpa gejala) namun lolos pemeriksaan.

Petugas di bagian Tatib mendominasi jumlah petugas. Hal ini dikarenakan mengantisipasi umat yang kesulitan menggunakan gawai untuk memindai Quick Respon (QR) Belarasa maupun aplikasi Peduli Lindungi. Model gawai umat yang tidak kompatibel atau tidak sesuai turut mempengaruhi kecepatan reaksi dalam memindai QR, membuat proses identifikasi memakan waktu dan menimbulkan antrian atau kerumunan.  Hal itu sangat dihindari panitia.

Keberadaan petugas di bagian tatib khususnya Pemeriksa Belarasa dan Pemeriksa Peduli Lindungi sangat membantu umat.  Hal itu ditegaskan Ibu Anna Maria umat wilayah Maria Fatima VI “Dulu mendaftar misa harus daftar ke ketua lingkungan sekarang langsung ke Belarasa. Susah karena harus Scan dulu. Saya kan HP orang tua untung ada kenalan petugas yang membantu”, ungkapnya.

Kenyataanya, masih banyak umat yang ingin mengikuti misa malam natal. Namun, mereka tidak mendaftar di website Belarasa.  

“Masih banyak ditemukan umat yang Misa tanpa menggunakan QR jadi mereka masih datang langsung tanpa QR, dipikir sudah bisa lanjut misa seperti sebelum pandemi jadi tanpa daftar hanya datang menggunakan peduli lindungi, ” tandas Pak Sutrisna, tatib bagian gerbang motor.  Solusinya, umat yang hadir tanpa mendaftar di Belarasa.id diarahkan ke aula atas.

Misa Malam Natal yang pertama (24/12) pukul 17.00 dihadiri sekitar 500 umat yang dibagi dalam tiga ruang. Ruang di dalam gereja dibatasi hanya untuk 300 Orang, di Aula bawah 120 orang dan sisanya diarahkan panitia duduk di aula atas.  Pada Misa kedua pukul 20.00 jumlah umat tidak sebanyak misa pertama. Padahal, kapasitas ketiga ruang tersebut pada misa-misa besar biasanya mampu menampung sekitar 1500 umat dalam sekali perayaan.

Perhatian dari pemerintah selama perayaan Natal berlangsung berupa petugas keamanan gabungan dari TNI, POLRI, SATPOL PP dan Tim medis dari Puskesmas.

Natal Pagi

Sementara pada Misa Natal tanggal 25 Desember, umat yang hadir tidak sebanyak pada misa malam Natal sehari sebelumnya. Misa Natal dilaksanakan tiga kali pukul 07.30, 10.00 dan sore pukul 17.00

Masih dalam tema Natal “Cinta Kasih Kristus Yang Menggerakan Persaudaraan”, Romo Thomas Ferry Suharto dalam homili berdasarkan Injil Yohanes 1: 1-18 berpesan kepada umat untuk menjadi penggerak yang sungguh-sungguh mampu menggerakan persaudaraan.

“Jadi tidak ada diantara kita yang sama sekali tidak bisa memberi, tidak bisa peduli karna kita semua bisa menjadi alat bagi Tuhan untuk menyalurkan berkat. Maka persaudaraan yang akan kita gerakkan adalah persaudaran yang saling berbagi, saling memperhatikan, saling peduli, saudara yang tidak ementingkan diri sendiri tapi terbuka kepentingan orang lain khususnya mereka yang lebih lemah, dan lebih membutuhkan pertolongan kita.”

Natal Kado Anak-Anak

Dibayangi Pandemi, Lingkungan III Wilayah St. Kristoforus tetap berbagi bingkisan Natal kepada anak-anak. Situasi pandemi yang belum berakhir membuat anak-anak tidak bisa ikut merayakan Natal di gereja. Pengurus lingkungan III Kristoforus berinisiatif menghibur anak-anak dengan berkeliling mengunjungi rumah umat satu persatu. Dengan berpakaian Santa Claus, mereka berkeliling untuk membagikan kado natal bagi anak-anak pada hari Natal (25/12) sekitar Pukul 16.00.

Kado dan bingkisan sederhana berisi berbagai aksories, mainan dan celengan membuat anak-anak tersenyum gembira. Tak hanya anak-anak umat katolik saja yang dibagi, anak-anak non katolik juga mendapat bingkisan sebagai tanda persaudaraan. Natal menjadi kesempatan berbagi karena mengingatkan umat Katolik bahwa Yesus lahir kedunia sebagai pemberian atau hadiah terindah Allah bagi manusia.

Pesan Natal kali ini sekali lagi mengingatkan kita semua pada homili Rm. Ferry OFM. “Mari kita mendukung keselamatan bersama dalam membangun persaudaraan dan kepedulian bersama. Memang PPKM tidak jadi di laksanakan tapi kita tahu bahwa Pandemi belum berakhir. Maka baik sebagai gereja dan sebagai persaudaraan sungguh paham dan peduli pada keselamatan bangsa kita dan mengajak mendukung, untuk sementara natal ini tidak berpergian. Kita dirumah saja.  Kita seperti belajar seperti sapi, tinggal dan merenungkan kembali, dengan keluarga kita, bangkit lagi membangun satu sama lain. Yesus lahir bukan hanya di kandang natal tapi lahir ditengah-tengah kita,“ pungkas Pastor asal Yogyakarta itu.  (TA&Vina)

]]>
https://gerejapaskalis.or.id/berita/cinta-kasih-kristus-menggerakkan-persaudaraan-dalam-perayaan-natal/feed/ 0
Goyang Tobelo Bukti Relasi Umat Wilayah Lourdes Kuat https://gerejapaskalis.or.id/berita/goyang-tobelo-bukti-relasi-umat-wilayah-lourdes-kuat/ https://gerejapaskalis.or.id/berita/goyang-tobelo-bukti-relasi-umat-wilayah-lourdes-kuat/#respond Fri, 14 Jan 2022 09:05:35 +0000 https://gerejapaskalis.or.id/?p=3043 (Reportase PERAYAAN NATAL 2021 WILAYAH LOURDES )

gerejapaskalis.or.id – Yesus lahir ke dunia agar setiap manusia mempunyai relasi yang kuat dan utuh kepada-Nya. Romo Thomas Ferry Suharto, OFM dalam perayaan Natal bersama di Kapel Lourdes Jumat (7/1/2022) mengajak umat wilayah Lourdes Paroki Cempaka Putih agar mempunyai relasi yang baik dan benar kepada Yesus.

Pesan Natal disampaikan oleh Romo Thomas Ferry Suharto, OFM, yang menceritakan perumpamaan seorang murid yang mempunyai seekor anjing peliharaan yang sedang sakit. Murid tersebut tinggal di daerah terpencil, jauh dari keramaian kota, tidak ada puskesmas atau rumah sakit, sehingga meminta gurunya untuk mendoakan anjingnya agar disebuhkan dari sakit. Guru tersebut mendoakan anjing yang sakit dan beberapa hari kemudian sembuhlah hewan peliharaan murid tersebut.

Beberapa bulan kemudian, guru tersebut jatuh sakit juga dan murid yang memiliki anjing tersebut memanjatkan doa yang sama, yang sempat dihapalkannya waktu itu, untuk memohon kesembuhan gurunya dan terjadilah kesembuhan beberapa hari kemudian.

Pesan ini menyiratkan bahwa doa apabila dilakukan dengan sepenuh hati dan iman yang begitu besar maka akan membuat semua indah pada waktunya. Doa harus didasarkan pada relasi yang baik dan benar kepada sesama. Yesus ingin agar setiap manusia mempunyai relasi yang kuat dan utuh kepada-Nya untuk memperolah kebenaran. Semoga umat dapat menemukan wajah Yesus dalam setiap orang yang dijumpai dan membangun persaudaraan sejati dengan masyarakat di sekitarnya dengan melihat hal-hal baik dalam diri setiap individu.

Misa dan perayaan Natal tahun 2020 dan dua kali Paskah, tahun 2020 & 2021 batal digelar di Kapel Lourdes karena situasi Pandemi. Memasuki awal tahun 2022 ini, dimana pandemi Covid-19 telah mulai reda, pengurus wilayah mengakomodir keinginan umat wilayah Lourdes merayakan Natal bersama sebagai kerinduan akan kebersamaan beribadah dan berkegiatan di Kapel Lourdes.

Misa Natal dipimpin oleh Romo Thomas Ferry Suharto, OFM dan Romo Fransiskus Sulaiman Ottor, OFM dan dihadiri 96 orang perwakilan dari enam (6) lingkungan di Wilayah Lourdes.

Usai misa dilanjutkan dengan aneka acara sekaligus ramah tamah yang dipandu Ibu Martina Sukmonowati. Ramah tamah dibuka dengan sambutan Romo Sulaiman, yang mengapresiasi pencapaian dan kontribusi Orang Muda Katholik (OMK) Lourdes dalam setiap kegiatan di Paroki Paskalis sekaligus menyampaikan harapan-harapan terhadap OMK Lourdes untuk lebih bersemangat, berkreasi dan berkegiatan bersama baik di paroki maupun di wilayah.

Ucapan terima kasih dari Bapak Hudi, Korwil Lourdes kepada seluruh panitia Natal yang terlibat dan membantu terselenggranya Natal Bersama menjadi pokok sambutan. Tak lupa, Beliau mengucapkan Selamat Natal dan Tahun Baru 2022 kepada seluruh umat Wilayah Lourdes.

Usai sambutan, mengalun lagu Jingle Bells Rock, My First Love, All I Want for Christmas is You.

Persembahan Band Lourdes in Action (BeLIA) pimpinan Bpk. Wilson Darma Chandra. Sementara lagu mengalun, umat disuguhi dengan hidangan Wedang Jahe hangat khas Lourdes, Bakso lokal (home made) WK ranting Lourdes, Sate Ayam Dapur Kapel dan Es Krim kesukaan OMK.

Suasana semakin teduh saat sesepuh wilayah Lourdes Bpk. Suharso dengan keybordnya mengiringi kakak beradik Brigitha dan Reinard melantunkan Holly Night  dan Don’t Look Back in Anger.

Goyang Tobelo menjadi menu puncak keakraban umat wilayah Lourdes. Sambil menjaga jarak, pinggul tetap bergoyang. Romo Ferry dan Romo Sulaeman turut serta menggerakkan seluruh badan mengikuti irama Tobelo. Perayaan Natal yang dikomandoi Sofia Sukarni diakhiri dengan pembagan doorprize dan foto bersama. *** (Hoedy)

]]>
https://gerejapaskalis.or.id/berita/goyang-tobelo-bukti-relasi-umat-wilayah-lourdes-kuat/feed/ 0