{"id":7474,"date":"2024-04-04T09:53:46","date_gmt":"2024-04-04T02:53:46","guid":{"rendered":"https:\/\/gerejapaskalis.or.id\/?p=7474"},"modified":"2024-04-04T09:53:46","modified_gmt":"2024-04-04T02:53:46","slug":"pasio-kisah-lama-lagu-baru","status":"publish","type":"post","link":"https:\/\/gerejapaskalis.or.id\/berita\/pasio-kisah-lama-lagu-baru\/","title":{"rendered":"Pasio, Kisah Lama Lagu Baru"},"content":{"rendered":"<div id=\"attachment_7475\" style=\"width: 957px\" class=\"wp-caption aligncenter\"><a href=\"https:\/\/gerejapaskalis.or.id\/wp-content\/uploads\/2024\/04\/Screenshot-2024-04-04-at-09.51.30.webp\"><img fetchpriority=\"high\" decoding=\"async\" aria-describedby=\"caption-attachment-7475\" class=\"size-full wp-image-7475\" src=\"https:\/\/gerejapaskalis.or.id\/wp-content\/uploads\/2024\/04\/Screenshot-2024-04-04-at-09.51.30.webp\" alt=\"Misa Jumat Agung di Gereja Santo Paskalis Paroki Cempaka Putih\" width=\"947\" height=\"500\" \/><\/a><p id=\"caption-attachment-7475\" class=\"wp-caption-text\">Misa Jumat Agung di Gereja Santo Paskalis Paroki Cempaka Putih<\/p><\/div>\n<p>Ibadat Jumat Agung, mengenangkan sengsara dan wafat Yesus Kristus di Gereja St. Paskalis Jumat 29\/03\/2024 tampak berbeda dari perayaan tahun-tahun sebelumnya.<br \/>\nKisah sengsara atau pasio yang dinyanyikan dalam perayaan tersebut berirama sedikit nge-pop kekinian. Tanpa mengubah syair, nada pasio yang dinyanyikan secara acapela itu menggelitik telinga dan memunculkan pertanyaan \u201cKok beda dari biasanya?\u201d<\/p>\n<p>Menurut Mba Yasti seksi Pasdior (Paduan Suara, Dirigen dan Organis) irama baru pasio ini baru pertama kali dinyanyikan, \u201cBaru pertama di Paskalis,\u201d kata Mba Yasti. Ia juga mengkonfirmasi pasio model baru ini ia dapat setelah berkoordinasi melalui WAG (WhatsApp Grup) komunitas Pasdior KAJ. Mba Yasti kemudian menunjukkan teks Pasio model baru karya Damian Alma tahun 2000 dengan revisi tahun 2013.<\/p>\n<p>Lintang anggota koor yang bertugas melagukan passio mengakui kesulitan. Kesulitannya itu selain karena acapela juga menentukan ketukan nada untuk masuk pada bait-bait tertentu, karena tidak ada iringan alat musik. \u201cKarena kan Acapela, jadi susah ambil nadanya. terus ini kan termasuk jenis lagu (irama) baru jadi latihannya (membuat) capek,\u201d tutur Lintang.<br \/>\nAda tantangan, tentu ada kesenangan. Bagian yang menyenangkan menurut Lintang adalah pembagian solis yang jelas \u201cTapi enaknya itu nada suara pelaku sudah dibagi-bagi. Jadi solis tinggal menyesuaikan bagian masing-masing,\u201d terangnya.<\/p>\n<p>Meskipun di telinga enak didengar, pasio dengan irama baru ini durasinya lebih lama dibanding pasio biasanya. Selain itu butuhkan lebih banyak solis untuk mengisi suara selain koor.<br \/>\nTradisi Pasio biasanya selain kelompok koor ditambah dua orang bergantian merangkap sebagai narator maupun pelaku ditambah satu imam yang berperan sebagai Yesus. Pada Pasio karya Damian Alma ini dibutuhkan empat solis untuk mengisi suara Yesus, dua Narator, dan Narator utama yang berperan sebagai Hamba Imam Besar, Petrus, Pilatus, dan Penjaga. Pada pasio model baru ini, Pastor atau Imam pemimpin Ibadat Jumat Agung tidak terlibat dalam Pasio. *<\/p>\n","protected":false},"excerpt":{"rendered":"<p>Ibadat Jumat Agung, mengenangkan sengsara dan wafat Yesus Kristus di Gereja St. Paskalis Jumat 29\/03\/2024 tampak berbeda dari perayaan tahun-tahun sebelumnya. Kisah sengsara atau pasio yang dinyanyikan dalam perayaan tersebut berirama sedikit nge-pop kekinian.&#46;&#46;&#46;<\/p>\n","protected":false},"author":1,"featured_media":0,"comment_status":"open","ping_status":"open","sticky":false,"template":"","format":"standard","meta":{"footnotes":""},"categories":[6],"tags":[],"class_list":["post-7474","post","type-post","status-publish","format-standard","hentry","category-berita"],"_links":{"self":[{"href":"https:\/\/gerejapaskalis.or.id\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/7474","targetHints":{"allow":["GET"]}}],"collection":[{"href":"https:\/\/gerejapaskalis.or.id\/wp-json\/wp\/v2\/posts"}],"about":[{"href":"https:\/\/gerejapaskalis.or.id\/wp-json\/wp\/v2\/types\/post"}],"author":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/gerejapaskalis.or.id\/wp-json\/wp\/v2\/users\/1"}],"replies":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/gerejapaskalis.or.id\/wp-json\/wp\/v2\/comments?post=7474"}],"version-history":[{"count":2,"href":"https:\/\/gerejapaskalis.or.id\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/7474\/revisions"}],"predecessor-version":[{"id":7477,"href":"https:\/\/gerejapaskalis.or.id\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/7474\/revisions\/7477"}],"wp:attachment":[{"href":"https:\/\/gerejapaskalis.or.id\/wp-json\/wp\/v2\/media?parent=7474"}],"wp:term":[{"taxonomy":"category","embeddable":true,"href":"https:\/\/gerejapaskalis.or.id\/wp-json\/wp\/v2\/categories?post=7474"},{"taxonomy":"post_tag","embeddable":true,"href":"https:\/\/gerejapaskalis.or.id\/wp-json\/wp\/v2\/tags?post=7474"}],"curies":[{"name":"wp","href":"https:\/\/api.w.org\/{rel}","templated":true}]}}