Kenali dan Waspadai Kekerasan dalam Pacaran dan Rumah Tangga!

Talkshow
Talkshow Kekerasan dalam Pacaran dan Rumah Tangga (dok. pribadi)

gerejapaskalis.or.id – Seksi Keadilan dan Perdamaian bekerjasama dengan Seksi Kerasulan Keluarga, dan Seksi Kepemudaan Gereja St. Paskalis dalam mengadakan Talkshow dengan tema Mengenali dan Mewaspadai Kekerasan Dalam Pacaran dan Rumah Tangga “Beware of Toxic Relationship”, pada Sabtu, 17 September 2022, pukul 19.00 – 21.00 di aula Fransiskus (GKP) Gereja St. Paskalis. Acara ini bertujuan untuk memberikan awareness terkait tindak kekerasan dalam pacaran dan rumah tangga, khususnya bagi OMK yang belum atau sedang berada di tahap pacaran, ataupun umat yang telah menikah.

Talkshow

Rm. Jimmy, OFM memberikan sambutan (dok. pribadi)

Dalam sambutannya membuka acara talkshow ini, Pastor Kepala Paroki, Rm Jimmy HR Tnomat OFM menyampaikan harapannya agar tingkat kesadaran akan kekerasan dapat bertambah setelah mengikuti acara ini agar bisa berani bersuara melawan kekerasan. “Semoga dengan acara ini, kita sebagai umat yang hidup dalam keluarga dapat mengenali dan mewaspadai kekerasan dalam bentuk apa pun, terutama bagi orang muda dapat mengantisipasi sedini mungkin hal-hal kekerasan dalam membangun relasi dengan siapa pun khususnya dengan pasangan” tambah Rm Jimmy. Bertindak sebagai Master of Ceremony dalam acara ini adalah Nisrina, salah satu Orang Muda Katolik yang aktif dalam berbagai kegiatan di Paroki.

Acara yang dimoderatori langsung oleh Ketua Seksi Keadilan dan Perdamaian Gereja Santo Paskalis, Bpk Damianus Inuhan S.H ini menghadirkan narasumber dr. Klasina Maria Paluan (dokter Psikiater dan Konselor Seksi Kerasultan Keluarga Gereja Santo Paskalis) dan Dr. Patricia Rinwigati, S.H., M.I.L., (dosen dan ketua Djokosoetono Research Center-Fakultas Hukum Universitas Indonesia).

Dr. Klasina Maria Paluan Sp.KJ dalam pemaparannya memberikan informasi seputar Kekerasan Dalam Rumah Tangga (KDRT) mulai dari jenis, penyebab sampai dampak yang ditimbulkan serta kaitannya dengan kekerasan saat pacaran. “Kalau dia (pasangan) emosinya meledak dengan mudah semasa pacaran, tidak bisa menghargai privasi dan kebebasan sosial pasangannya, harus hati-hati. Kemungkinan itu adalah tanda awal terjadinya KDRT di kemudian hari” ujar Ibu Maria mengingatkan para peserta. Kekerasan tersebut dapat saja terjadi dimana pun, di segala lini kehidupan dan relasi apapun. Termasuk pada rumah tangga dan tahapan yang krusial, yaitu pacaran.

Sementara itu, Dr. Patricia Rinwigati, S.H., M.I.L., dalam sesi lanjutan mengungkapkan bahwa perempuan dan anak terjebak dalam teror kekerasan sehingga tidak berani untuk bersuara dan beberapa bahkan tidak menyadari bahwa mereka adalah korban kekerasan karena tindakan yang mereka terima sudah sedemikian rupa ‘mendarah daging’ dalam kehidupan sosial yang kian tercemar oleh informasi di internet. “Harus banyak berpikir saat masih pacaran. Peraturan dibuat agar segala kemungkinan terburuk dari masa pacaran bisa dihindari” tegas Ibu Rin.

Sesi tanya jawab dibuka setelah kedua narasumber memberi paparan; menariknya banyak peserta yang aktif bertanya dan akhirnya terjalin diskusi yang sangat insightful. Acara ditutup dengan pembagian hadiah untuk penanya serta narasumber, lalu dilanjutkan dengan foto bersama. Beberapa peserta dan panitia mengaku bahwa talkshow ini sangat membantu mereka memahami lebih baik hal-hal terkait kekerasan dalam pacaran dan rumah tangga berkat penjelasan kedua narasumber yang menarik. Dan yang tak kalah penting, adalah menjadi semakin berani melaporkan bila kita/anggota keluarga atau teman mengalami tindak kekerasan dalam pacaran ataupun rumah tangga. (Priscilla Hutabarat)

Previous slide
Next slide

You may also like...

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *