Pak Yo Tidak Jauh-jauh dari Rumah Tuhan

pak yo

Tuhan berkehendak lain.. Ya Tuhan.. barusan diinfo. Pak Yohanes warung depan meninggal tertabrak mau ke gereja. Posisi sekarang di IGD RS Islam

Pesan WhatsApp dari Robert, ketua KKMK Paskalis saya terima pada Minggu 23 April 2023 jam 19.54 Saat itu, saya sedang makan malam bersama keluarga dan saudara di sekitar Jakarta Utara. Waktu saya bisikkan ke istri, ia terkejut, namun karena sedang dalam situasi makan bersama, pesan itu tidak kami bahas lebih lanjut.

Dalam perjalanan pulang, saya masih kepikiran dengan Pak Yo. Teringat perjumpaan terakhir kami di jembatan penyeberangan Pasar Cempaka pada Minggu Paskah lalu.

“Halo Pak Yo… Selamat Paskah Pak.”
“Hehehe…. Selamat Paskah. Mau kemana?”
“Mau misa Pak.”
“Kok jalan?”
“Lagi pengen menikmati jalan kaki hehehehe… Pak Yo sudah misa?”
“Sudah, ini mau pulang…”
“Oh misa yang jam 7 pagi?”
“Iya”
“Wah hebat pak Yo, Misa terus. Kemarin ketemu pas misa, sekarang sudah misa.”
“Kamu juga toh?”
“Kalo saya kan karena tugas pak. Kalo enggak tugas belum tentu misa hahahaha… Ya Sudah Pak Yo Saya mau jalan tugas, takut telat. Hati-hati pulangnya, selamat Paskah.”
“Ya selamat Paskah.”

Perjumpaan itu rupanya menjadi perjumpaan terakhir saya dengan Pak Yo di tahun 2023.

jenazah pak yo sedang diformalin oleh petugas

Sesampai di gereja, jenazah Pak Yo sedang di formalin oleh petugas. Bu Yo duduk dan menangis di depan aula dikelilingi beberapa umat. Masih sambil menangis Bu Yo cerita, sepulang dari jalan-jalan bersama keluarga naik kereta, Pak Yo mau berangkat misa. Bu Yo sudah melarang karena masih lelah, tetapi Pak Yo berkeras harus pergi misa. Tidak berapa lama sejak keberangkatan Pak Yo, ada tetangganya berteriak mengabarkan “Pak Yo kecelakaan…Pak Yo kecelakaan…” Bu Yo kaget dan bergegas lari ke tampat kejadian.

Ketika misa requiem akan dimulai, Bu Yo menolak untuk mendekat ke peti jenazah. Ia tidak sanggup melihat jenazah suaminya. Romo Ferry mengelus pundak Bu Yo untuk menenangkan.

Dalam homili singkat, Romo Ferry ikut berduka dan mengenang Pak Yohanes yang dengan caranya mengasihi banyak orang mulai dari melayani para pastor, melayani umat yang kehausan setelah misa.

“Pak Yohanes tidak jauh-jauh dari rumah Tuhan. Dan sore hari ini ketika beliau mau merayakan ekaristi di gereja, Tuhan berkehendak lain. Ia tidak hanya datang ke gereja tetapi kiranya hari ini diundang Tuhan untuk datang ke rumah Allah sendiri, rumah Allah yang kekal”, tutur Romo Ferry.

Selesai misa Requiem, Senin 24 April jam 00.40 jenazah segera diberangkatkan menuju Yogyakarta untuk dimakamkan. Staff sekretariat turut mendampingi keluarga Pak Yo menuju peristirahatan terakhir.

Yohanes Baptis Sugiyo nama lengkap Pak Yo, lahir di gunung Kidul, 2 Juni 1945. Beliau meninggalkan seorang istri Emiliana Kasminiati dengan tiga anak, Albertus Didik Prabowo, Petrus Andi Dwi Purnomo, dan Lusia Putri Indah Puspitasari. Saat peristiwa terjadi, Putri, anak ketiga Pak Yo tinggal dan bekerja di kota Jogja.

romo ferry sedang menenangkan bu yo

Dihubungi via chat WhatsApp beberapa hari setelah pemakaman, Ibu Esti, staff sekretariat yang ikut mengantar jenazah Pak Yo ke Jogja menjelaskan, Pak Yo mulai bekerja di pastoran Gereja Paskalis melayani para pastor sejak tahun 1993 dan pensiun tahun 2008. Pada masa Pak Yo masih aktif bekerja, staff sekretariat paroki antara lain Pak Darsono, Ibu Esti dan Pak Ocan. “Masuk 1 Mei 1993 jaman Romo Petrus Jehadan, OFM,  lalu pensiun Desember 2008.”

Chat WA dari Bu Esti sama seperti yang diceritakan Romo Ferry sebelum misa requiem “Waktu saya masih Frater, jaman Romo Ombos, Pak Yo sudah disini. Waktu itu pastor pembantunya Romo Jehadan, trus Romo Jehadan diganti Romo Sugi, saya pindah.”

Homili Romo Ferry mengajak umat yang hadir bersama-sama mengantar Pak Yo ke dalam tangan Allah yang Maharahim “Sebagai ungkapan kasih kita kepada Bapak Yohanes yang telah mencintai kita sepanjang usia hidupnya, mari kita bersama-sama mengantarkan jiwa Bapak Yohanes ke dalam tangan Allah Yang Maha Rahim yang telah mengundangnya dan yang menerimanya juga dalam rumah-Nya yang kudus.”

Lagu nDerek Dewi Maria, menutup misa requiem Pak Yo.

***(MasAji)

You may also like...

1 Response

  1. Br Tanto OFM says:

    Rest in peace Pak Yohanes.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *