Berani Memberi Tempat Kepada Roh Kudus Untuk Memilih Yang Baik Dan Yang Benar

Homili Bapa Uskup Kardinal Ignatius Suharyo pada Misa Krisma Minggu 13 Agustus 2023

Berani Memberi Tempat Kepada Roh Kudus Untuk Memilih Yang Baik Dan Yang Benar

Para calon penerima sakramen Krisma yang berbahagia. Bersama-sama para petugas liturgi dan dengan orang tua, keluarga para pendamping dan semua yang hadir di dalam perayaan ekaristi ini pertama-tama saya ingin mengucapkan selamat kepada para bapak dan ibu dari saudara dan anak-anak sekalian yang telah mengambil keputusan untuk menerima sakramen Krisma.

Kita semua tahu menerima sakramen Krisma tidak sekedar karena usianya sudah cukup menerima sakramen Krisma adalah suatu keputusan iman. Keputusan untuk membiarkan Roh Kudus memberikan kesempatan, ruang dan waktu bagi Roh Kudus dalam hidup kita agar setiap keputusan yang kita ambil tidak sekedar kita pertimbangkan dengan pertimbangan-pertimbangan sendiri. Tentu tidak mudah.

Bagaimana caranya membiarkan Roh Kudus menentukan atau ikut menentukan keputusan-keputusan kita?
Sebetulnya indikasinya jelas mungkin roh kudusnya tidak langsung bisa kita rasakan kehadirannya, tetapi pengaruhnya dapat kita lihat dalam pilihan-pilihan kita ketika kita membiarkan Roh Kudus berperan di dalam hidup kita. Lalu Setiap kali kita mengambil keputusan kita ambil keputusan itu tidak sekedar berdasarkan gampang atau sulit, menyenangkan atau tidak menyenangkan.

Kalau pertimbangan kita hanya itu, itulah tanda bahwa kita belum memberi kesempatan kepada roh kudus untuk menentukan mendampingi hidup kita. Kalau kita sungguh-sungguh memberikan kesempatan dan ruang kepada roh kudus untuk menentukan mempengaruhi pilihan kita yang kita pilih pastilah terutama yang baik dan yang benar, bukan sekedar yang gampang dan yang menyenangkan.

Itu semua dapat kita lihat baik di dalam keputusan-keputusan yang besar maupun dalam keputusan-keputusan yang sederhana.

Pada hari ini bersama-sama dengan seluruh gereja kita merayakan hari raya Bunda Maria diangkat ke surga kita semua tahu Bunda Maria adalah teladan pribadi yang sepenuhnya membiarkan Roh Kudus menuntun hidupnya. Ketika Maria menerima kabar dari malaikat Gabriel dia ketakutan, maka malaikat mengatakan jangan takut.

Dalam situasi seperti itu sebetulnya Maria dengan mudah tidak memilih untuk menerima pesan dari Gabriel itu. Hidupnya sudah nyaman dengan irama yang menyenangkan, sudah memilih yang biasa yang menyenangkan yang gampang itu.

Tetapi karena Maria membiarkan dirinya dipimpin oleh Roh Kudus, ia tidak memilih yang gampang dia memilih yang baik, memilih yang benar. Sehingga meskipun cemas meskipun takut, ia mengatakan Jadilah kehendakMu pada diriku memilih yang baik dan yang benar.

Dan pengaruhnya apa? Akibatnya apa? akibatnya jelas karena pilihan Bunda Maria itu kita dapat mengalami penebusan keselamatan. Kabar gembira dari Yesus itulah yang dikatakan di dalam surat yang tadi kita dengarkan sebagai bacaan yang pertama. Kepada tiap-tiap orang dikaruniakan penyataan roh untuk kepentingan bersama. Maria tidak memilih demi kepentingannya sendiri tetapi ia memilih demi kepentingan umat manusia, meskipun tidak gampang.

Beberapa tahun yang lalu saya bertemu dengan seorang bapak dan bapak itu mengatakan kepada saya begini, “Romo, Saya baru saja diberi pelajaran oleh anak saya” Keluarga itu biasa mengikuti ekaristi manusia setiap hari Sabtu sore, dan pada hari itu hujan sangat lebat sampai jam ketika biasanya mereka berangkat bersama-sama dengan keluarga. Bapak itu masih di tempat kerja lalu anaknya seorang seorang Putra altar menelpon “Bapak pulang sudah waktunya berangkat ke gereja, saya bertugas untuk melayani altar.” Bapak itu menjawab anaknya begini “Hujan begini lebat ke gerejanya besok.” Anaknya mengatakan “Tetapi saya tugas.”

“Kan kalau hujan begini di gereja orangnya sedikit.” Anaknya menjawab lagi “Justru karena sedikit itu Mari kita pergi ke gereja supaya tidak berkurang lagi.” Akhirnya bapak itu mengalah pulang dan bersama-sama pergi ke gereja sehingga anaknya itu dapat melayani altar melayani ekaristi sebagai Putra altar.

Pilihan yang sederhana, kata-kata yang sederhana, tetapi dibalik kata-kata yang sederhana itu dia berpikir untuk kepentingan bersama. Kepentingan umat yang hadir di gereja supaya imamnya dapat dibantu dengan peranannya sebagai Putra altar. Pilihan yang baik, pilihan yang benar bukan sekedar gampang bukan sekedar menyenangkan. Tanda bahwa Roh Kudus diberi tempat di dalam dirinya untuk menentukan pilihan.

Mengakhiri renungan ini saya ingin menceritakan satu dongeng yang dilandaskan pada salah satu batu relief yang dapat kita temukan di Candi Mendut di Jawa Tengah, untuk menunjukkan bahwa ketika kita tidak berpikir untuk kepentingan umum akan terjadi hal-hal yang tidak kita harapkan. Itulah sebabnya kalau melihat di sana ada gambar besar (standing Banner) Keuskupan Agung Jakarta, kesejahteraan bersama.

Di semua gereja di Keuskupan Agung Jakarta ada tulisan seperti itu. Ajakan agar kita umat di Keuskupan Agung Jakarta membiarkan diri kita dipimpin oleh Roh Kudus sehingga tidak sekedar memilih yang gampang dan yang menyenangkan tetapi selalu berpedoman itu.

Setiap pilihan kita mesti mempertimbangkan kesejahteraan bersama. Itu kalau kita pergi ke Candi Mendut di Jawa Tengah ada satu batu relief yang gambarnya itu aneh seekor burung berkepala dua. Yang membuat relief itu mempunyai dongeng, di suatu zaman ada seekor burung yang berkepala dua. Setiap kali burung itu mencari makan, kepala yang di atas selalu mendapatkan makanan-makanan yang enak sementara kepala yang dibawa hanya sisa-sisa dan kadang-kadang tidak ada sisanya.

Terus begitu dalam waktu yang lama sampai pada suatu saat kepala yang di bawah itu berkata begini kepada kepala yang di atas, “Kawan tolong kalau mendapat makanan, saya jangan hanya diberi sisa-sisa saja tetapi juga yang enak.” kepala yang di atas menjawab begini “Toh kita semua sama satu tubuh, yang saya makan ya untuk kita”

Jawabannya tidak memuaskan, tetapi kepala yang dibawah sabar. Dan begitu berulang-ulang sampai suatu saat kepala yang dibawah itu marah karena tidak pernah diperhatikan. Maka ketika mereka mencari makan, kepala yang dibawah itu sengaja makan racun. Matilah burung yang aneh itu.

Nenek moyang kita menyampaikan pesan lewat dongeng tadi. Ketika kita tidak berpikir mengenai kepentingan bersama, sesuatu yang seperti itu bisa terjadi. Dan sebagai umat Keuskupan Agung Jakarta para calon penerima Krisma yang terkasih, kepada kita diyakinkan melalui surat rasul Paulus Yang tadi kita dengarkan sebagai bacaan kedua begini

Kepada tiap-tiap orang dikaruniakan pernyataan roh untuk kepentingan bersama. Marilah kita saling mendoakan agar kita terus berusaha berani untuk memberikan tempat waktu dan kesempatan kepada roh kudus di dalam doa, agar setiap pilihan kita sungguh-sungguh menjadi pilihan yang baik dan yang benar.

Dan itu membutuhkan keberanian, Itulah sebabnya kami para imam yang memimpin ibadah ini mengenakan kasula merah, seharusnya hijau, tetapi pada hari ini untuk Krisma dikenakan pakaian merah untuk mengungkapkan harapan kita agar kita terus berani memberi tempat kepada roh kudus dan memilih yang baik dan yang benar.
Tuhan memberkati. *** (masaji)

Play Video

You may also like...

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *