Renungan Hari Minggu Prapaskah I 2022: “Cara Melawan Godaan Setan”

Renungan Hari Minggu Prapaskah I

Cara Melawan Godaan Setan

Bacaan I: Ul. 26:4-10; Bacaan II: Rm. 10:8-13; Bacaan Injil: Luk. 4:1-13

Saudara-saudari yang terkasih. Salah satu hal yang tidak terpisahkan dari kehidupan manusia adalah godaan-godaan dalam hidup. Entah mengapa, di dalam dirinya, manusia memiliki naluri untuk selalu jatuh dalam godaan-godaan atau selalu mengalami godaan dalam peziarahannya. Godaan-godaan datang secara silih berganti menghampiri hidup kita. Bahkan, terkadang kita menemukan diri kita sendiri, keluarga, dan komunitas kita selalu dihantui oleh pelbagai godaan, mulai dari godaan kecil sampai godaan besar. Mengalami godaan merupakan pengalaman yang wajar dan itu bukan dosa. Akan tetapi, akan menjadi dosa jika kita jatuh dan ikut terlarut dalam godaan itu. Lantas bagaimana cara menghadapi godaan yang tak terelakan dari kehidupan kita?

Sebagai umat beriman, bacaan-bacaan suci pada hari ini menawarkan kepada kita bagaimana cara mengatasi godaan dalam hidup agar kita tidak jatuh dan dikalahkan oleh godaan tersebut. Apa yang ditawarkan itu adalah Firman Allah. Firman Allah yang tinggal di dalam diri kita, mampu menolong kita untuk tidak dikalahkan oleh godaan. Firman Allah adalah senjata bagi kita untuk melawan semua bentuk godaan yang menghampiri hidup kita. Bagaimana caranya? Caranya adalah dengan membacanya, meresapkan ke dalam hati, dan melaksanakannya dalam hidup, lewat tindakan nyata, sebagaimana yang diwartakan dalam bacaan-bacaan suci hari ini.

Dalam bacaan pertama, Allah menyelamatkan umat Israel yang mengalami penderitaan dan cobaan yang berat di negeri Mesir. Mereka ditindas, dihukum, dan dijadikan budak bagi orang Mesir. Penderitaan dan cobaan yang begitu hebat kemudian berubah menjadi sukacita dan bahagia berkat iman mereka akan Allah. Mereka berpegang teguh pada Sabda Allah yang akan menyelamatkan mereka dan menghantar mereka ke tanah terjanji. Karena itu, mereka datang dan berserah diri pada Allahsehingga mereka tidak berlarut dalam penderitaan dan cobaan yang begitu kejam. Allah membebaskan dan menyelamatkan mereka. Dia juga yang menuntun mereka ke negeri yang berlimpah-limpah susu dan madunya. Sekali lagi, kemenangan umat Israel dari penderitaan adalah atas kesetiaan dan iman mereka pada Sabda Tuhan.

Dalam bacaan kedua, Rasul Paulus mengingatkan jemaat di Roma akan Firman Tuhan. Paulus menegaskan bahwa Firman Tuhan itu ada di dekat mereka, yaitu di dalam mulut dan di dalam hati mereka. Firman Tuhan yang diucapkan lewat mulut itu, akan berdayaguna menyelamatkan jika mereka percaya dan yakin akan Allah. Apa yang dijelaskan oleh Paulus juga dialamtkan kepada kita semua. Sebagai orang beriman, kita yakin bahwa Firman Tuhan selalu bersama-sama dengan kita, di dalam hati kita, juga di dalam mulut kita. Firman itu tidak akan berfungsi jika kita tidak percaya kepada Allah. Sebaliknya, jika kita sungguh-sungguh percaya, maka Firman Tuhan yang kita ucapkan akan menyelamatkan kita, termasuk dari godaan-godaan yang juga selalu membuntuti kita.

Dalam bacaan Injil, secara gamblang mengisahkan tentang godaan. Godaan, sebagai yang tak terpisahkan dari hidup kita, tidak saja merasuki manusia tetapi juga merasuki Yesus. Yesus sendiri, yang adalaah Putera Bapa, mengalami cobaan. Bahkan, cobaan Yesus jauh lebih berat daripada cobaan yang dialami oleh manusia. Yesus dicoba ketika berada di padang gurun, di mana Ia tidak makan dan tidak minum selama empat puluh hari. Yesus dicobai sebanyak tiga kali, yakni; pertama, mengubah batu menjadi roti; kedua, menyembah iblis, maka Yesus akan menguasai segala-galanya; ketiga, Yesus menjatuhkan diri dari bubungan Bait Allah. Hal yang menarik dan menakjupkan adalah bahwa Yesus tidak jatuh dalam godaan-godaan tersebut. Yesus tetap setia kepada Bapa-Nya. Dalam setiap cobaan tersebut, Yesus selalu mengalahkan setan dengan mengucapkan Sabda Allah atau Firman Allah. Yesus melawan setiap cobaan dengan mengatakan, “Ada tertulis atau “Ada Firma”. Yesus sendiri telah menunjukkan betapa dasyatnya kuasa Firman Tuhan dalam menghadapi godaan atau cobaan. Tentu saja, pertama-tama adalah percaya kepada Firman itu sendiri, yakni Tuhan itu sendiri. Tuhan hadir lewat sabda-Nya atau Firma-Nya yang diam di dalam hati kita.

Oleh karena itu, saudara-saudari, kita tidak boleh menganggap remeh dengan Firman Tuhan yang telah kita dengar dan baca. Firman itu menjadi sumber kekuatan kita, menjadi obat yang menyembuhkan dan senjata yang mengalahkan segala bentuk godaan yang menghampiri kita. Marilah kita, belajar pada Yesus untuk melawan godaan dengan Firman Tuhan. Firman Tuhan adalah pelita bagi kita. Karena itu, kesetiaan dan iman kita pada Allah akan nampak dari tindakan kita untuk membaca, merenungkan dan melaksanakan Firman Tuhan. Tuhan hadir melalui Firman-Nya. Semoga bacaan-bacaan Suci pada hari ini, meneguhkan dan mendorong kita untuk selalu setia membaca, merenungkan, dan melaksanakan Firman Tuhan.

Tuhan memberi kita damai.

You may also like...

Leave a Reply

Your email address will not be published.