Renungan Hari Raya Kristus Raja Semesta Alam: Kristus adalah Awal dan Akhir

Warna Liturgi: Putih
Bacaan Pertama: Dan. 7:13-14 Mazmur Tanggapan: Mzm. 93:1ab,1c-2,5
Bacaan Kedua: Why. 1: 5-8 Bacaan Injil: Yoh. 18:33b-37

Renungan Hari Raya Kristus Raja Semesta Alam: Kristus adalah Awal dan Akhir

gerejapaskalis.or.id – Ibu, bapak, saudara-saudara, rekan-rekan muda, dan adik-adik yang terkasih dalam Kristus. Shalom.

Pada hari ini Gereja Katolik mondial di seluruh dunia merayakan Hari Raya Tuhan Yesus Kristus Raja Semesta Alam.  Ini adalah peristiwa agung yang wajib dirayakan dengan penuh sukacita.

Hari Raya Tuhan kita Yesus Kristus Raja semesta alam dirayakan pada hari Minggu sebelum memasuki masa Adven.

Hari raya Tuhan Yesus Kristus Raja semesta alam menjadi penutup dari seluruh rangkaian tahun Liturgi.

Bacaan-bacaan yang diperdengarkan pada hari ini memberitakan kemahakuasaan Allah yang mengatasi segala sesuatu. Kekuasaan Allah sungguh meraja dalam kehidupan di dunia sampai kekal (Dan. 7:13-14; Why. 1:5-8).

Kemahakuasaan Allah yang meraja dalam segala sesuatu juga ditampilkan dalam Injil.

Dikisahkan bagaimana Pilatus bertanya kepada Yesus: “Engkau inikah Raja?”

Yesus menjawab, “Seperti yang Engkau katakan. Aku adalah Raja.”

Menarik bahwa jawaban Yesus bertolak dari pernyataan dalam pertanyaan Pilatus. Selanjutnya, Yesus dengan gamblang menyatakan bahwa kerajaan-Nya bukan berasal dari dunia ini. Jawaban ini menegaskan bahwa Yesus adalah Raja. Namun, bukan Raja seperti Kaisar Romawi.

Yesus adalah Maharaja dan Imam Agung Allah karena Dia adalah Putera Allah.

Kerajaan-Nya tidak datang dari dunia ini. Kuasa-nya juga tidak diberikan oleh orang-orang dari dunia ini.

Lantas apa relevansinya bagi kehidupan kita? Kita diminta untuk percaya kepada Injil dengan pewartaan Yesus; dengan hidup-Nya; dengan sabda dan karya-Nya. Itu semua menunjukkan bahwa Tuhan Yesus adalah Raja semesta alam yang berkuasa atas hidup dan mati.

Sebagai orang beriman, Kristus  harus sungguh-sungguh merajai seluruh hidup kita. Kita mengandalkan Yesus sejak awal hingga akhir hidup kita.

Ketika bangun dari tidur, kita mengucap syukur kepada Tuhan. Kita mohon keterlibatan Tuhan dalam hidup dan karya kita pada saat itu. Demikian juga, ketika kita kembali ke peraduan sebelum istirahat pada malam hari, kita bersyukur kepada Tuhan. Entah kita merasa suka ataupun  duka, di antara canda dan tawa, senyum maupun tangis. Tuhan sungguh-sungguh hadir dan tidak pernah meninggalkan kita. Yesus Kristus selalu menyertai kita hingga akhir zaman.

Karena itu, saudara-saudariku kita diajak untuk benar-benar mengandalkan Tuhan dalam kehidupan ini.

Agar hanya Allah yang berada di dalam hidup kita. Memang, Allah tidak menjanjikan bahwa kita selalu sehat. Bahwa kita selalu umur panjang. Kita hidup selama-lamanya di dunia ini.

Namun, janji Allah menjanjikan keselamatan dan hidup yang kekal seperti yang dikatakan-Nya kepada Pilatus: “Kerajaan saya bukan dari dunia ini.”

Maka, keselamatan hidup yang kekal itu sudah dimulai di dunia ini dan akan berlangsung sampai selama-lamanya, amin.

(Rm. Fransiskus Sulaiman Otor OFM)

You may also like...

Leave a Reply

Your email address will not be published.