Renungan Minggu Hari Raya “TriTunggal MahaKudus”

Renungan Minggu: “TriTunggal MahaKudus”

“Berani Menyatakan Kebenaran”

Bacaan I: Ams.8: 22-31 Bacaan II: Rm. 5: 1-5 Bacaan Injil: Yoh. 16: 12-15

Saudara-saudari yang terkasih dalam Kristus, pada hari ini, Hari Raya Tritunggal Mahakudus, Yesus menguraikan Roh Kudus, Roh Kebenaran kepada kita semua. Sebelum Yesus berpisah dengan para murid-Nya, Ia menjanjikan Roh Kudus, yang serupa dengan Dia, kepada mereka dan kita semua. Yesus sungguh menyadari kelemahan-kelemahan para murid yang membuat mereka tidak bisa menlanjutkan tugas perutusan yang telah dimulai-Nya di dunia ini, karena itu dikatakan-Nya, “masih banyak hal yang harus Kukatakan kepadamu, tetapi sekarang kamu belum dapat menanggungnya” (Yoh. 16:12). Yesus melihat raut wajah ketakutan dan kesedihan para murid ketika Ia mengumumkan kata-kata perpisahan kepada mereka. Berputusnya ikatan fisik dengan Sang Guru membuat murid-murid merasa kehilangan dan hancur. Karena itu, Dia mendorong dan memberi semangat kepada mereka dengan mengirimkan yang lain seperti diri-Nya, untuk menjadi penolong, pembela, dan penuntun mereka, yakni Roh Kebenaran. Roh Kebenaran akan diungkapkan kepada kita karena “kita telah dibenarkan oleh karena iman, kita hidup dalam damai sejehtera dengan Allah oleh karena Tuhan kita, Yesus Kristus,” demikian kata Paulus dalam bacaan pertama hari ini (Rm. 5:1). Melalui kata-kata Paulus, Roh Kebenaran itu akan membimbing kita ke dalam kebenaran, karena kita telah dibenarkan oleh Yesus melalui iman kita kepada-Nya. Roh itulah yang akan melanjutkan misi Yesus dan menuntun Gereja ke depan.

Yesus tidak menghabiskan apa pun hanya untuk diri-Nya. Yesus tidak mengabaikan para murid atau apatis dengan mereka. Ia tidak meninggalkan dan membiarkan para murid dan semua orang yang beriman kepada-Nya merana tanpa tujuan di dunia ini. Karena itu, Dia berikan semua yang dimiliki-Nya kepada para murid dan kita semua. Momen percakapan perpisahan, suatu hal hang belum pernah dilakukan Yesus sebelumnya, yang dilakukan Yesus dengan murid-murid-Nya pada malam Perjamuan Terakhir bukan semata-mata momen perpisahan yang menyedihkan, melainkan suatu pembekalan untuk mempersiapkan mereka dan semua umat beriman bagi pelayanan masa depan. Selama tiga tahun Yesus telah mengajar mereka, tinggal bersama mereka dan mengasihi mereka dan sekarang puncak kasih-Nya dengan mengorbankan hidup-Nya untuk mereka.

Saudara-saudari yang dikasihi oleh Kristus, Roh Kebenaran yang dijanjikan Kristus kepada kita pada hari ini, mengingatkan dan menyadarkan kita akan beberapa hal ini: pertama, Bapa mengasihi kita tanpa syarat melalui Yesus Kristus. Roh Kudus, Roh Kebenaran akan membimbing kita kepada kebenaran tentang Kristus dan kasih tanpa syarat yang telah dicurahkan oleh Bapa bagi kita. Yesus menyatakan kepenuhan Allah kepada kita. Dia telah menyatakan kepada kita tentang Bapa, Putra, dan Roh Kudus. Kita semua telah dibabtis dengan nama Bapa, Putra, dan Roh Kudus. Kita juga menyebut nama Bapa, Putra, dan Roh Kudus setiap kali mengawali ibadat dan mengakuinya dalam syahadat. Itulah nama Tuhan yang kita rayakan hari ini, Minggu Tritunggal Mahakudus. Bapa telah mengutus Purta-Nya, Yesus Kristus kepada kita. Yesus telah memberi kita Roh Kebenaran dan Roh Kebenaran itu tunduk kepada Yesus. Roh Kebenaran itu akan menghibur dan menuntun kita. Semua yang telah dilakukan oleh Yesus adalah tanda kasih Bapa yang dalam dan luas bagi kita umat-Nya.

Kedua, kita seringkali memberontak melawan Tuhan. Roh Kebenaran menuntun kita agar kita sadar bahwa kita seringkali berada dalam keadaan memberontak terhadap Tuhan dan menentang segala sesuatu yang benar dan baik dari-Nya. Kelemahan insani kita terkadang menuntun kita untuk hidup dalam ketidakbenaran dan melawan yang baik. Bahkan, meskipun kita adalah anak-anak Allah, kita secara menyedihkan menyangkal Bapa kita dengan melakukan kehendak daging kita, bertindak atas kemauan kita sendiri. Yesus mengaruniakan Roh Kebenaran yang membimbing kita dan menyadarkan kita akan sikap pemberontakan kita melawan Tuhan. Dalam Roh dan melalui-Nya kita dituntun untuk pulang kepada kebenaran sejati yaitu Tuhan sendiri.

Ketiga, dalam Yesus kita memperoleh pengampunan dan hidup. Roh Kebenaran mengajarkan kita bahwa kita diampuni dan karena Yesus Kristus dan melalui Dia kasih Allah diberikan kepada kita. Yesus telah memberikan segala-galanya, bahkan mengorbankan hidup-Nya demi kita. Hidup, karya dan penebusan Kristus menjadi tanda pengampunan Allah atas dosa-dosa kita dan serentak menjadikan kita sebagai anak-anak-Nya. Hidup kita telah dibaharui menjadi baru, hidup dalam Roh Kebenaran.

Keempat, dengan Roh Allah kita diutus untuk mewartakan kristus dengan berani. Roh Kebenaran yang dikaruniakan kepada para murid dan kita umat beriman akan menjadi penuntun kita untuk menjadi saksi Kristus sampai ke ujung dunia. Kita telah menerima kuasa Roh Kudus yang dijanjikan-Nya, maka dengan daya Roh itu, kita berani untuk menyampaikan pesan Yesus, kabar baik, kepada sesama kita, dalam keluarga kita, komunitas, lingkungan dan tempat kerja atau dimana pun kita diutus.  Ajari anak-anak akan kasih Tuhan. Beritahu teman kita tentang hal-hal yang baik dan benar. Tuntukkanlah kasih-Nya yang tanpa pamrih itu dalam tindakan nyata kita, bukan sekedar kata-kata hampa belaka. Jadikanlah hidup kita sebagai pancaran Roh yang menerangi, menghangatkan, dan menyejukan sesama kita dan semua ciptaan. Hindari perasaan takut dan ragu demi menciptakan kebenaran karena kita telah dibenarkan oleh Allah dan telah menjadi anak-anakNya. Kita telah diberi kemampuan untuk memuliakan Tuhan, bukan memuliakan diri sendiri, dalam hal-hal baik yang kita lakukan. Marilah kita menggunakan kemampuan itu dengan baik selagi kita diberi kesempatan dan diberi keperjayaan oleh Tuhan.

Saudara-saudari yang telah dibenarkan oleh Tuhan, Yesus telah membuat janji yang sangat serius kepada murid-murid-Nya, sebelum sengsara-Nya, pada saat mereka lemah dan bertanya-tanya apakah yang harus mereka lakukan dari semua hal yang telah dilakukan dan diajarkan Yesus kepada mereka. Para murid dirasuki oleh ketakutan besar sehingga mereka tinggal di dalam ruangan tertutup, dengan pintu terkunci. Setelah lima puluh hari kemudian, pada hari Pentakosta, di dalam ruangan yang tertutup pula, Yesus memberi mereka Roh Kudus dan memberi kuasa untuk menyelamatkan dunia. Sebagaimana para murid, di ruangan ini pula, Yesus telah memberi kita Roh Kebenaran dan mengutus kita untuk menanamkan benih-benih kebenaran dengan seluruh diri kita (berkata-kata dan bertindak dengan benar) untuk menyelamatkan dunia. Kita telah dibenarkan, maka marilah kita tunjukkan kebenaran itu secara nyata dan berani.

Hari Raya Tritunggal Mahakudus pada hari ini juga mengingatkan kita akan kasih Bapa yang dinyatakan sepenuhnya dalam diri Sang Putra. Dalam relasi Allah Tritunggal; Bapa, Putra, dan Roh Kudus, salah satu unsur penting dan menonjol adalah “Kasih”. Ketiga Pribadi dalam komunitas Tritunggal itu saling memberi kasih secara timbal balik. Ketiga Pribadi itu tidak bertentangan antara yang satu dengan yang lainnya. Bapa pengasih, Putra yang dikasihi, dan Roh Kudus buah kasih antara Bapa dan Putra. Yang direfleksikan dalam dogma Allah Tritunggal adalah bahwa kasih Allah telah dinyatakan secara radikal. Yesus adalah radikalitas kasih itu. Karena itu, hanya dengan dan melalui Yesus Kristus-lah misteri Allah Tritunggal dapat kita pahami. Yesus adalah Sabda yang telah menjadi manusia, ungkapan kasih personal Allah bagi manusia. “Relasi kasih” dalam komunitas Allah Tritunggal menjadi dasar dan alasan yang kuat bagi kita untuk mengasihi dan terus mengasihi satu sama lain secara benar, serius dan nyata.

Tuhan memberi kita damai.

Sdr. Fano, OFM

You may also like...

Leave a Reply

Your email address will not be published.