Kegiatan Lingkungan – Lingkungan IV Wilayah Antonius

Jejak Salib di Pelataran Rumah: Meniti Jalan Pertobatan Ekologis

     Langit Paroki Cempaka Putih nampak cerah padahal waktu Berbuka Puasa Ramadhan baru saja dikumandangkan. Sebuah peziarahan iman yang tak biasa berlangsung. Umat Lingkungan IV Wilayah Antonius tidak berkumpul di dalam gedung gereja yang megah, melainkan memindahkan “Golgota” ke pelataran-pelataran rumah mereka.

     Dengan menyambangi delapan rumah warga, setiap perhentian menjadi ruang doa di mana tuan rumah sendiri yang menuntun umat merenungkan sengsara Kristus.

     Sabtu, 14 Maret 2026, menjadi saksi betapa khusyuknya langkah kaki sekitar 20 umat yang menyusuri rute jalan salib lingkungan. Rasa lelah yang muncul setelah berjalan kaki tertib di sepanjang rute seolah menjadi persembahan silih atas kelalaian manusia terhadap alam. Semangat mereka tetap menyala hingga perhentian terakhir, didorong oleh satu tema besar yang mendesak: “PERTOBATAN UNTUK MERAWAT BUMI, RUMAH KITA BERSAMA.” Merenungi bumi yang terluka melalui salib

     Tema ini merupakan panggilan konkret bagi seluruh umat di Keuskupan Agung Jakarta untuk tidak hanya berdoa, tetapi juga “berani berkeringat” demi lingkungan. Refleksi yang paling menyentuh muncul pada Perhentian Pertama:

    “Pilatus tahu Yesus tak bersalah, namun ia diam demi suara banyak orang. Kita pun sering menjadi ‘Pilatus modern’ mengetahui kerusakan alam namun diam karena enggan melepas gaya hidup yang merusak.”

    Ibadah ini ditutup dengan sebuah tantangan bagi hati nurani setiap umat yang hadir. Pertanyaan yang ditinggalkan bukan tentang seberapa jauh kita berjalan, melainkan: Apakah kita cukup berani mengubah gaya hidup yang merusak dan memulai kebiasaan baru yang selaras dengan alam?

    Jejak-jejak kaki di pelataran rumah hari ini diharapkan menjadi awal dari jejak-jejak pelestarian lingkungan yang nyata di hari esok. * TA